Bantahan itu disampaikan Dek Gam setelah namanya muncul dalam daftar yang beredar luas di media sosial dan berbagai platform digital. Dalam daftar tersebut, sejumlah nama disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan Sony Sanjaya, yang saat ini menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi Program MBG.
Widget Artikel Samping
Menanggapi isu tersebut, Dek Gam mengaku terkejut karena merasa tidak pernah memiliki hubungan maupun keterlibatan dalam pengelolaan program yang berada di bawah kewenangan Badan Gizi Nasional tersebut.
“Tidak benar, untuk apa saya urus dapur MBG,” kata Dek Gam saat dimintai tanggapan pada Kamis, 11 Juni 2026.
Menurutnya, sejak awal ia sebenarnya tidak berniat memberikan respons terhadap berbagai spekulasi yang berkembang. Namun, karena informasi yang beredar semakin meluas dan mulai memunculkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat, ia memutuskan untuk memberikan klarifikasi secara terbuka.
“Saya awalnya tidak mau tanggapi persoalan ini, tapi karena saya lihat tidak terkontrol lagi informasi yang menyebar itu, makanya saya perlu klarifikasi,” ujarnya.
Dek Gam menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak terlibat dalam pelaksanaan maupun pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis. Ia juga mengaku heran mengapa namanya bisa dicantumkan dalam daftar yang beredar tanpa adanya penjelasan maupun bukti yang jelas.
“Saya juga kaget kok bisa tiba-tiba muncul nama saya,” kata Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI tersebut.
Pernyataan Dek Gam sekaligus menjadi respons atas berbagai spekulasi yang berkembang di ruang digital dalam beberapa hari terakhir. Ia menilai masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang berkaitan dengan proses hukum dan nama baik seseorang.
Menurutnya, informasi yang belum terverifikasi berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, memicu opini yang tidak berdasar, bahkan merugikan pihak-pihak yang sebenarnya tidak memiliki hubungan dengan perkara yang sedang ditangani aparat penegak hukum.
Karena itu, Dek Gam mengimbau masyarakat untuk mengedepankan prinsip verifikasi sebelum mempercayai maupun menyebarkan sebuah informasi. Ia berharap publik tidak terjebak pada narasi yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Di sisi lain, Dek Gam menyatakan dukungannya terhadap upaya penegakan hukum yang sedang dilakukan oleh Kejaksaan Agung dalam mengusut kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis. Ia menegaskan bahwa proses hukum harus berjalan secara transparan, profesional, dan berdasarkan fakta yang dapat dibuktikan.
“Serahkan kepada Kejaksaan Agung, biarkan penyidik yang bekerja. Dan mari kita kawal bersama kasus ini,” tegasnya.
Kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis sendiri saat ini menjadi perhatian publik karena berkaitan dengan program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Oleh sebab itu, berbagai pihak berharap proses penyelidikan dan penyidikan dapat berjalan secara objektif sehingga fakta yang sebenarnya dapat terungkap.
Dek Gam menegaskan bahwa dirinya siap mendukung proses hukum yang berlangsung dan berharap masyarakat memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk bekerja secara independen. Ia juga menekankan pentingnya menjaga asas praduga tak bersalah terhadap siapa pun yang belum terbukti terlibat dalam suatu perkara.
Dengan klarifikasi yang disampaikannya, Dek Gam berharap masyarakat memperoleh informasi yang lebih utuh dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum terkonfirmasi kebenarannya. Ia kembali menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki keterkaitan dengan kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis maupun dengan pengelolaan program tersebut. :::
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News