Isu Reshuffle Menguat, Chatib Basri Disebut Kandidat Kuat Menkeu Gantikan Purbaya

Ekonom senior Muhammad Chatib Basri disebut menjadi kandidat kuat Menteri Keuangan dalam isu reshuffle Kabinet Merah Putih yang dikabarkan akan dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada 8 Juni 2026.
Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Piala Dunia ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

JAKARTA – Isu perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih kembali menghangat. Presiden RI, Prabowo Subianto, dikabarkan tengah mempertimbangkan sejumlah perubahan strategis di sektor ekonomi yang disebut-sebut akan diumumkan pada Senin, 8 Juni 2026.

Salah satu nama yang mencuat adalah ekonom senior Muhammad Chatib Basri. Mantan Menteri Keuangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu disebut menjadi kandidat kuat untuk mengisi jabatan Menteri Keuangan, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

Bacaan Lainnya
Widget Artikel Samping

Informasi tersebut pertama kali mencuat dari sejumlah sumber internal yang mengaku mengetahui pembahasan di lingkaran pemerintahan. Menurut sumber tersebut, Presiden Prabowo sedang mengevaluasi langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.

“Senin kemungkinan akan ada reshuffle kabinet. Presiden memang lagi menimbang, salah satunya Pak Chatib Basri menjadi Menteri Keuangan,” ujar sumber yang dikutip Suara.com, Sabtu (6/6/2026).

Kabar tersebut langsung menjadi perhatian pelaku pasar dan pengamat ekonomi. Nama Chatib Basri dianggap memiliki rekam jejak yang kuat dalam menjaga stabilitas fiskal Indonesia, terutama saat menghadapi berbagai tantangan ekonomi ketika menjabat Menteri Keuangan pada periode 2013–2014.

Pulang Mendadak dari Amerika Serikat

Spekulasi mengenai kemungkinan masuknya Chatib Basri ke dalam kabinet semakin menguat setelah beredar informasi bahwa dirinya pulang lebih cepat dari Amerika Serikat.

Saat ini, Chatib diketahui sedang menjalankan tugas akademik sebagai Visiting Fellow di Harvard Kennedy School, salah satu institusi pendidikan kebijakan publik paling bergengsi di dunia.

Kepulangannya ke Indonesia dalam waktu yang relatif singkat memunculkan berbagai spekulasi politik. Apalagi, sejumlah agenda penting disebut telah menantinya setibanya di Tanah Air.

Sumber yang sama menyebutkan, pada Sabtu (6/6), Chatib dijadwalkan bertemu Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, di kediamannya di Cikeas, Jawa Barat. Selain itu, ia juga disebut akan bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto.

Pertemuan tersebut semakin memicu dugaan bahwa pemerintah tengah mempersiapkan langkah besar dalam sektor ekonomi nasional.

Sosok Berpengalaman di Bidang Ekonomi

Muhammad Chatib Basri bukanlah nama baru dalam dunia ekonomi Indonesia. Sebelum dipercaya menjadi Menteri Keuangan pada pemerintahan SBY, ia pernah menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada periode 2012–2013.

Sebagai ekonom yang dikenal memiliki jaringan luas di tingkat internasional, Chatib juga aktif memberikan masukan terkait kebijakan fiskal, investasi, dan stabilitas ekonomi makro Indonesia.

Pengalaman tersebut membuat banyak kalangan menilai dirinya memiliki kapasitas untuk mengelola kebijakan fiskal nasional di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks.

Purbaya Dikabarkan Bergeser ke Bank Indonesia

Di tengah isu pergantian Menteri Keuangan, muncul pula kabar bahwa Purbaya Yudhi Sadewa tidak akan keluar dari lingkaran pengambil kebijakan ekonomi nasional.

Sebaliknya, ia disebut akan mendapatkan penugasan baru yang tidak kalah strategis, yakni sebagai Gubernur Bank Indonesia.

Jika skenario tersebut benar terjadi, maka pemerintah akan menempatkan Chatib Basri di sektor fiskal melalui Kementerian Keuangan, sementara Purbaya memimpin kebijakan moneter melalui Bank Indonesia.

Kombinasi tersebut diyakini dapat memberikan sinyal positif kepada pasar keuangan, investor domestik maupun asing, serta meningkatkan kepercayaan terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo.

Para pelaku pasar menilai stabilitas fiskal dan moneter yang terkoordinasi dengan baik akan menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Istana Bantah Rumor Reshuffle

Meski berbagai spekulasi terus berkembang, pihak Istana Negara membantah adanya agenda resmi reshuffle kabinet dalam waktu dekat.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada rencana pergantian menteri sebagaimana yang beredar di ruang publik.

Pernyataan tersebut disampaikan pada Kamis (4/6) malam, ketika isu pencopotan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mulai ramai diperbincangkan.

“Tidak ada. Tak ada rencana pergantian,” kata Prasetyo Hadi.

Meski demikian, bantahan dari Istana belum sepenuhnya menghentikan spekulasi. Pengalaman politik menunjukkan bahwa isu reshuffle sering kali baru dikonfirmasi menjelang pengumuman resmi oleh Presiden.

Hingga saat ini belum ada pernyataan langsung dari Presiden Prabowo Subianto, maupun dari Muhammad Chatib Basri terkait kabar tersebut.

Publik dan pelaku pasar kini menunggu kepastian dari Istana mengenai apakah perombakan kabinet benar-benar akan dilakukan pada awal pekan depan atau hanya sebatas spekulasi politik yang berkembang di tengah dinamika ekonomi nasional.(**)

Ikuti acehindependent di Google News

Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.

Buka Google News

Pos terkait