12 Pemuda Aceh Lolos Tahap Lanjutan Seleksi PPAN 2026, Siap Rebut Tiket Nasional

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh bersama Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) Aceh kembali membuka ruang bagi pemuda terbaik Aceh untuk mengembangkan diri dan memperluas jejaring internasional melalui Seleksi Daerah Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) Provinsi Aceh Tahun 2026. Foto/Istimewa
Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

ACEH INDEPENDENT, BANDA ACEH – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh bersama Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) Aceh kembali membuka ruang bagi pemuda terbaik Aceh untuk mengembangkan diri dan memperluas jejaring internasional melalui Seleksi Daerah Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) Provinsi Aceh Tahun 2026.

Seleksi tahun ini merupakan bagian dari proses pemilihan peserta untuk program The Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP), program pertukaran pemuda yang mempertemukan generasi muda dari negara-negara ASEAN dan Jepang. Pada tahun 2026, Provinsi Aceh mendapatkan kuota sebanyak 1 orang peserta laki-laki.

Bacaan Lainnya
Widget Artikel Samping

Sebanyak 39 pemuda Aceh tercatat mendaftarkan diri pada seleksi awal. Setelah melalui penyaringan administrasi, 12 peserta terbaik dinyatakan berhak melaju ke tahap kedua. Para peserta berasal dari berbagai kabupaten/kota di Aceh, mencerminkan keterwakilan pemuda dari berbagai wilayah.

Proses wawancara dan seleksi luring diselenggarakan pada 11–12 September 2026 di Banda Aceh. Pada hari pertama, para peserta mengikuti Leaderless Group Discussion (LGD) dan penampilan budaya (cultural performance). Selanjutnya pada 12 September 2026, peserta menjalani wawancara mendalam (deep interview) guna menggali wawasan, kepribadian, pengalaman, kemampuan budaya, serta pengetahuan mereka.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dispora Aceh, T. Banta Nuzullah, S.Pd. Turut hadir pula Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda Dispora Aceh, Syarifah Irma Henni, SE., MM., Ketua PCMI Aceh Febi Mutia, serta dewan juri dari unsur anggota PCMI Aceh yang merupakan alumni berbagai program PPAN.

T. Banta Nuzullah menegaskan bahwa seleksi PPAN tidak hanya mencari peserta yang unggul secara akademik, melainkan juga memiliki karakter, kemampuan komunikasi yang baik, wawasan luas, dan kesiapan merepresentasikan Aceh di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami berharap proses seleksi ini melahirkan pemuda Aceh yang tidak hanya memiliki kapasitas dan wawasan, tetapi juga karakter yang kuat, mampu membawa identitas Aceh, serta dapat berkontribusi ketika berada di lingkungan internasional,” ungkap T. Banta Nuzullah.

Sementara itu, Ketua PCMI Aceh Febi Mutia menyampaikan bahwa PPAN adalah kesempatan berharga bagi pemuda untuk belajar dari keberagaman serta membangun perspektif global.

“Menjadi peserta PPAN bukan hanya tentang pergi ke luar negeri. Lebih dari itu, mereka membawa nama Aceh dan Indonesia, memperkenalkan budaya kita, sekaligus belajar memahami budaya dan perspektif negara lain. Karena itu, kami mencari pemuda yang memiliki growth mindset, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus belajar,” tutur Febi.

Ketua Panitia Seleksi Daerah PPAN 2026, M. Faris Ridhatillah, menambahkan bahwa 12 peserta yang lolos tahap kedua ini akan dinilai secara menyeluruh melalui rangkaian tes yang menguji aspek personal dan sosial.

“Dari 39 pendaftar, kami mengambil 12 peserta terbaik untuk mengikuti tahap kedua. Mereka mewakili keterwakilan pemuda dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh. Pada akhirnya, kami akan memilih tiga peserta terbaik yang akan melanjutkan perjuangan ke seleksi tingkat nasional,” terang Faris.

Nantinya, tiga peserta terpilih diharapkan mampu menjadi representasi pemuda Aceh yang membawa semangat kebudayaan, keberagaman, serta kontribusi positif Indonesia di kancah internasional.

Ikuti acehindependent di Google News

Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.

Buka Google News

Pos terkait