1,9 Ton Narkoba Gagal Edar

TNI AL menggagalkan penyelundupam sabu dan kokain mencapai 1,9 ton.. istimewa
Widget Artikel Samping

Tujuh Muda-Mudi Pesta Miras dan Seks Diserahkan ke Kejari

Baca Selengkapnya

acehindependent.com—  Pangkalan TNI AL (Lanal) Tanjung Balai Karimun menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu dan kokain di Perairan Selat Durian, Kepulauan Riau (Kepri).
Total barang bukti yang mereka amankan mencapai 1,9 ton. Bila dirupiahkan, angkanya mencapai Rp 7 triliun.

Panglima Komando Armada (Koarmada) I Laksamana Muda TNI Fauzi menyampaikan hal itu dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Batam pada Jumat (16/5).

Bacaan Lainnya

Fauzi mengakui bahwa jumlah barang bukti tersebut sangat besar bila dibandingkan hasil penggagalan penyelundupan narkoba yang pernah diungkap oleh instansinya.

”Total kami temukan sabu kurang lebih 705 kilogram kemudian kokain 1,2 ton. Ini kalau kami nilai dengan harga kurang lebih sekitar Rp 7 triliun. Tetapi, sebagai aparat kami tidak melihatnya dari harga nilai tersebut,” kata dia.

Fauzi menyatakan bahwa yang menjadi concern-nya adalah dampak dari peredaran narkoba. Jika sampai berhasil masuk dan tidak digagalkan, yang menjadi korban adalah generasi penerus bangsa. Sebab, barang haram itu kerap diedarkan dan dijual kepada anak muda.

”Oleh karena itu, kami khususnya pemerintah daerah, kemudian kapolda, kajati, kakanwil Bea Cukai, BNN, dan TNI AL bekerja sama,” imbuhnya.

Dia memastikan keberhasilan menggagalkan penyelundupan sabu dan kokain itu akan terus didalami bersama dengan aparat terkait lainnya. Sementara barang bukti sabu dan kokain yang sangat banyak akan diserahkan kepada pihak berwenang, yakni BNN.

Sementara Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi menyatakan, Nakotika tersebut dibawa kapal ikan berbendera Thailand.

“Kapal bernama Aungtoetoe 99 tersebut membawa 1.905 kilogram narkotika atau 1,9 ton yang terdiri atas 1.200 kg kokain dan 705 kg sabu-sabu,” ungkap Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi.

Dia mengatakan, kapal tersebut memicu kecurigaan karena berusaha kabur dengan mematikan lampu dan mempercepat laju pelayaran. Hal itu menunjukkan indikasi kuat adanya aktivitas ilegal.

“Tim patroli F1QR Lanal Tanjung Balai Karimun segera melakukan pengejaran intensif hingga akhirnya berhasil menghentikan kapal pada pukul 00.30 WIB. Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, ditemukan 95 karung mencurigakan yang terdiri atas 35 karung kuning dan 60 karung putih,” katanya.

Setelah dilakukan uji laboratorium oleh tim Bea Cukai Kepri, kata dia, karung-karung berisi narkotika jenis kokain seberat 1.200 kg dan methamphetamine (sabu-sabu) seberat sekitar 705 kg.

“Lima ABK berhasil diamankan dalam operasi ini, terdiri atas satu warga negara Thailand dan empat warga negara Myanmar. Seluruh ABK tidak memiliki dokumen perjalanan maupun perizinan pelayaran yang sah,” terangnya.

Kendati demikian, kata Agung, penangkapan ini membuktikan bahwa kapal Aungtoetoe 99 digunakan sebagai alat penyelundupan narkotika lintas negara, yang menjadi ancaman serius bagi keamanan dan kesehatan masyarakat Indonesia. (jpg)

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait