BANDA ACEH – Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Aceh yang baru dilantik, Nazaruddin Dek Gam, langsung memasang target tinggi bagi partainya. Di bawah kepemimpinannya, PAN Aceh ditargetkan mampu menembus posisi tiga besar pada Pemilu 2029 sekaligus mengembalikan kejayaan partai yang pernah menjadi salah satu kekuatan politik utama di Aceh.
Komitmen tersebut disampaikan Dek Gam usai resmi dilantik oleh Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, bersama jajaran pengurus DPW PAN Aceh dan pengukuhan pengurus DPD PAN kabupaten/kota se-Aceh di Balai Meuseuraya Aceh (BMA), Banda Aceh, Sabtu (13/6/2026).
Dalam pidato perdananya sebagai Ketua DPW PAN Aceh, Dek Gam tampil penuh optimisme. Ia mengajak seluruh kader untuk meninggalkan keraguan dan mulai bergerak bersama membangun kekuatan politik yang lebih solid menghadapi kontestasi politik mendatang.
Menurutnya, PAN Aceh memiliki sejarah panjang sebagai partai yang pernah berjaya dan mampu melahirkan sejumlah tokoh penting di tingkat daerah maupun nasional. Karena itu, sudah saatnya partai berlambang matahari tersebut bangkit kembali dan merebut posisi strategis di berbagai tingkatan pemerintahan.
“Hari ini saatnya kita bangkit kembali. Tidak boleh ada keraguan. Kita harus bekerja lebih keras, lebih kompak, dan lebih dekat dengan masyarakat. Insya Allah PAN Aceh akan kembali menjadi kekuatan besar di Aceh,” ujar Dek Gam di hadapan ribuan kader dan simpatisan.
Pada kesempatan tersebut, Dek Gam juga memperkenalkan slogan baru PAN Aceh, yakni “abeh ubee abeh”. Slogan yang menggunakan bahasa Aceh itu menjadi simbol semangat kerja tuntas dan tekad kuat seluruh kader dalam menjalankan tugas politik maupun pengabdian kepada masyarakat.
Menurut Dek Gam, slogan tersebut bukan sekadar kalimat penyemangat, tetapi menjadi filosofi perjuangan yang harus diwujudkan dalam kerja nyata. Setiap kader PAN, kata dia, harus menunjukkan dedikasi penuh dan menyelesaikan setiap tugas dengan maksimal demi kepentingan masyarakat.
“Bukan hanya slogan. Ini adalah komitmen bahwa apa yang kita kerjakan harus selesai dan memberi manfaat bagi rakyat. Kita ingin masyarakat melihat bahwa PAN hadir dengan kerja nyata, bukan sekadar janji,” katanya.
Sebagai bagian dari upaya membangun kekuatan baru partai, Dek Gam juga melakukan penyegaran besar-besaran dalam struktur kepengurusan DPW PAN Aceh. Ia mengungkapkan sekitar 80 persen komposisi kepengurusan saat ini diisi oleh kader-kader baru yang dinilai memiliki semangat dan loyalitas tinggi untuk membesarkan partai.
Langkah tersebut diyakini akan menghadirkan energi baru sekaligus memperkuat mesin politik PAN hingga ke tingkat akar rumput. Dengan kombinasi kader senior dan generasi baru, PAN Aceh diharapkan mampu menjangkau lebih banyak pemilih menjelang Pemilu 2029.
“Delapan puluh persen pengurus sekarang merupakan wajah-wajah baru. Mereka adalah kader-kader yang siap bekerja dan berjuang bersama untuk mengembalikan kejayaan PAN di Aceh,” ujarnya.
Dek Gam juga mengingatkan kader tentang masa-masa kejayaan PAN di Aceh. Ia mengenang periode ketika PAN berhasil menempatkan kader terbaiknya pada berbagai posisi strategis, termasuk kursi gubernur Aceh yang pernah dijabat Azwar Abubakar serta keberhasilan partai meraih dua kursi DPR RI.
Namun, menurutnya, dalam beberapa periode terakhir performa PAN mengalami penurunan sehingga diperlukan langkah-langkah besar untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa masa “puasa politik” yang dialami PAN Aceh harus segera diakhiri. Karena itu, seluruh kader diminta untuk bekerja lebih keras dalam membangun jaringan, memperkuat konsolidasi internal, serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Kita sudah cukup lama berpuasa. Sekarang saatnya bangkit. Target kita jelas, PAN Aceh harus masuk tiga besar pada Pemilu 2029. Kita ingin merebut lebih banyak kursi legislatif, memenangkan posisi pimpinan di kabupaten/kota, dan menjadi kekuatan utama di tingkat provinsi,” tegasnya.
Pelantikan pengurus DPW PAN Aceh dan pengukuhan DPD PAN se-Aceh tersebut menjadi momentum awal konsolidasi besar partai menjelang tahapan politik berikutnya. Dengan kepemimpinan baru dan semangat “abeh ubee abeh”, PAN Aceh optimistis mampu memperkuat basis dukungan masyarakat serta kembali memainkan peran penting dalam peta politik Aceh pada masa mendatang.







