Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update
Baca SelengkapnyaACEH INDEPENDENT, LONDON — UEFA dan 55 negara anggotanya sepakat menolak rencana FIFA untuk menjual sebagian kepemilikan Piala Dunia dan turnamen FIFA kepada investor eksternal. Sikap tersebut bahkan membuka kemungkinan boikot terhadap seluruh turnamen FIFA dan berpotensi menjadi pukulan besar bagi rencana investasi yang diusulkan Presiden FIFA Gianni Infantino.
Dalam pernyataan tegas pada Kamis (30/7), sepak bola Eropa menunjukkan sikap bersatu dalam menentang proposal FIFA yang disebut telah mengejutkan konfederasi-konfederasi regional dan memicu kontroversi hanya beberapa pekan setelah Piala Dunia 2026 digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Enam dari 10 tim nasional putra dan putri dengan peringkat tertinggi dunia berasal dari Eropa, termasuk Spanyol yang baru saja menjadi juara dunia.
Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF) bersama 41 asosiasi anggotanya juga menolak proposal FIFA dalam pertemuan pada Kamis. Namun, Federasi Sepak Bola Meksiko kemudian menyatakan belum mengambil keputusan final dan akan menunggu diskusi meja bundar yang digelar FIFA untuk memperoleh informasi dan dokumen lebih lanjut terkait model baru tersebut.
Sementara itu, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengeluarkan surat keras kepada 47 asosiasi anggotanya. AFC memperingatkan bahwa proposal tersebut tidak akan berhasil tanpa dukungan dari keenam konfederasi regional.
Sikap UEFA membuat situasi semakin memanas, terutama karena memiliki dampak langsung terhadap Piala Dunia Wanita 2027 yang akan berlangsung di Brasil. Spanyol dan Portugal juga menjadi tuan rumah bersama Maroko untuk Piala Dunia Putra 2030.
Menurut sumber sepak bola kepada Reuters, anggota UEFA memberikan suara bulat 55-0 untuk mendukung rencana boikot dalam pertemuan darurat.
“Kami dengan suara bulat dan tegas menolak proposal FIFA untuk mengalihkan kepemilikan Piala Dunia dan kompetisi FIFA lainnya kepada investor swasta,” kata UEFA dalam pernyataannya.
UEFA juga menegaskan bahwa tidak akan ada tim nasional Eropa yang berpartisipasi dalam kompetisi FIFA selama proposal tersebut masih dipertahankan.
UEFA menyatakan bahwa tim-tim Eropa hanya akan kembali berpartisipasi apabila proposal tersebut dibatalkan sepenuhnya dan FIFA memberikan jaminan yang mengikat bahwa kepemilikan kompetisi FIFA tidak akan pernah lagi dibuka untuk investor swasta.
UEFA Tegaskan Piala Dunia Bukan untuk Dijual
UEFA menegaskan bahwa Piala Dunia bukanlah sebuah aset yang dapat diperjualbelikan dan tidak seharusnya diperlakukan sebagai produk investasi atau diserahkan kepada investor swasta.
Proposal Gianni Infantino disebut akan membentuk anak perusahaan senilai sekitar 20 miliar dolar AS yang bertugas mengelola Piala Dunia dan berbagai turnamen FIFA lainnya. Dalam skema tersebut, sebagian saham minoritas akan ditawarkan kepada investor swasta.
Infantino juga disebut menawarkan dana sebesar 40 juta dolar AS kepada masing-masing dari 211 asosiasi anggota FIFA apabila mereka menyetujui proposal tersebut sebelum 19 September. Paket tersebut merupakan bagian dari dana senilai 10 miliar dolar AS yang direncanakan tersedia mulai 1 Januari 2027.
Jika proposal ditolak, dana yang tersedia akan kembali ke paket sebelumnya senilai 2,7 miliar dolar AS atau sekitar 10 juta dolar AS untuk masing-masing asosiasi anggota.
UEFA menyebut proposal tersebut sebagai kegagalan kepemimpinan dan bentuk pengabaian terhadap tanggung jawab FIFA sebagai penjaga sepak bola dunia.
“Ketika investor eksternal memperoleh kepemilikan atas kompetisi FIFA, sepak bola akan berubah selamanya. Keuntungan komersial akan menjadi kewajiban permanen dan ekspektasi investor akan menjadi tekanan setiap hari,” demikian pernyataan UEFA.
UEFA dan FIFA sendiri telah lama terlibat dalam persaingan mengenai kekuasaan dan kendali atas sepak bola global, yang kini telah berkembang menjadi industri dengan nilai ekonomi sangat besar.
Infantino, yang akan mencalonkan diri kembali sebagai Presiden FIFA tahun depan, menyebut rencana tersebut sebagai upaya untuk mendorong “demokratisasi” sepak bola global dengan memperluas akses terhadap sumber pendanaan FIFA.
Namun, sejumlah pihak memiliki pandangan berbeda.
“Sepak bola adalah milik para penggemar, bukan investor miliarder. Sudah cukup. Inilah waktunya untuk berdiri dan melindungi permainan kita,” kata Menteri Kebudayaan Inggris Lisa Nandy setelah pernyataan UEFA.
AFC Kritik FIFA
Presiden AFC Sheikh Salman bin Ebrahim Al-Khalifa mengatakan pihaknya tidak pernah diajak berkonsultasi oleh FIFA sebelum proposal tersebut diumumkan kepada publik.
Menurutnya, tindakan tersebut ditambah dengan tidak adanya analisis tata kelola, keuangan, dan hukum yang terperinci merupakan sesuatu yang “sama sekali tidak dapat diterima”.
“Tindakan sepihak FIFA tampaknya merusak fondasi sepak bola kontinental yang dibangun berdasarkan solidaritas, kerja sama, dan transparansi,” ujar Sheikh Salman.
Ia menegaskan bahwa inisiatif tersebut tidak akan berhasil tanpa dukungan seluruh konfederasi, yang hingga kini belum terwujud.
CONCACAF Juga Menolak Proposal FIFA
CONCACAF juga menggelar pertemuan pada Kamis. Para presiden asosiasi anggota menyampaikan kekhawatiran mendalam mengenai proses pengambilan keputusan proposal FIFA.
Mereka menyoroti minimnya proses yang tepat, tenggat waktu yang singkat, serta tidak adanya tinjauan atau persetujuan dari badan tata kelola FIFA yang relevan.
“Diskusi tersebut menegaskan perlunya transparansi yang lebih besar dan tata kelola yang tepat,” kata CONCACAF dalam pernyataannya.
Atas dasar tersebut, CONCACAF bersama 41 asosiasi anggotanya menyatakan menolak proposal FIFA.
Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dijadwalkan menggelar pertemuan komite eksekutif pada pekan depan untuk mengevaluasi proposal tersebut. Sementara itu, Konfederasi Sepak Bola Oseania (OFC), yang merupakan konfederasi regional terkecil dengan 11 anggota penuh, akan membahas proposal tersebut dalam pertemuan bulan depan.
Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) hingga kini belum memberikan komentar resmi dan belum langsung menanggapi permintaan komentar dari Reuters.
Penolakan juga datang dari organisasi pemain. FIFPRO, serikat pemain sepak bola global, memperingatkan bahwa proposal FIFA dapat mengubah secara permanen sistem insentif yang selama ini mendasari berbagai turnamen tempat para pemain berkarier.
Jika penolakan dari berbagai konfederasi terus berlanjut, rencana investasi FIFA untuk mengalihkan sebagian kepemilikan kompetisi kepada investor swasta berpotensi menghadapi tantangan besar. Situasi ini juga dapat memperuncing krisis tata kelola di tubuh FIFA menjelang pemilihan presiden organisasi tersebut tahun depan.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News






