Anwar Abbas Soroti Serangan AS–Israel ke Iran, Desak China dan Korea Utara Ambil Sikap

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Anwar Abbas, menyampaikan pandangannya terkait ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran serta menyerukan peran aktif negara-negara besar untuk mencegah eskalasi konflik.(3/3/2026).
Widget Artikel Samping

Tujuh Muda-Mudi Pesta Miras dan Seks Diserahkan ke Kejari

Baca Selengkapnya

Jakarta – Pengamat sosial, ekonomi, dan keagamaan yang juga Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya ketegangan geopolitik menyusul serangan yang disebut-sebut dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Ia menilai konflik tersebut berpotensi meluas dan mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah bahkan dunia internasional.

Dalam pernyataannya, Anwar Abbas menyoroti pentingnya peran kekuatan global lain seperti China dan Korea Utara untuk tidak tinggal diam. Menurutnya, kedua negara tersebut memiliki kapasitas militer dan pengaruh politik yang cukup besar untuk memberikan tekanan strategis guna mencegah eskalasi lebih lanjut, (3/3/2026).

Bacaan Lainnya

Ia berpendapat bahwa kehadiran armada militer China dan Korea Utara di kawasan Teluk dapat menjadi sinyal tegas bagi Amerika Serikat agar tidak memperluas konflik. “Langkah strategis semacam itu bisa menjadi faktor penyeimbang, sehingga agresi tidak berkembang menjadi perang terbuka yang lebih luas,” ujarnya.

Anwar Abbas juga mengingatkan bahwa sejarah mencatat kekuatan militer besar tidak selalu menjamin kemenangan dalam peperangan. Ia mencontohkan pengalaman Amerika Serikat dalam Perang Vietnam serta penarikan pasukan dari Perang di Afghanistan yang menunjukkan bahwa konflik berkepanjangan justru dapat melemahkan posisi politik dan ekonomi negara adidaya tersebut.

Menurutnya, dinamika geopolitik global saat ini berbeda dengan dekade-dekade sebelumnya. Dunia tidak lagi berada dalam konfigurasi unipolar, melainkan semakin multipolar, di mana negara-negara besar memiliki kepentingan dan pengaruh yang saling bersaing. Dalam konteks ini, ia berharap Iran tidak dibiarkan menghadapi tekanan sendirian.

Terkait kabar mengenai wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan di Teheran, Anwar Abbas mengingatkan agar masyarakat menunggu klarifikasi resmi dari otoritas terkait dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Ia menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyikapi berita yang beredar, mengingat isu tersebut sangat sensitif dan berpotensi memicu gejolak lebih luas.

Lebih jauh, Anwar menilai bahwa solidaritas internasional dan diplomasi tetap harus menjadi prioritas utama. Ia mengingatkan bahwa konflik berskala besar di Timur Tengah akan berdampak langsung pada stabilitas ekonomi global, termasuk harga energi dan rantai pasok internasional yang juga berimbas pada negara-negara berkembang seperti Indonesia.

“Dunia membutuhkan keseimbangan dan dialog, bukan perluasan medan perang,” tegasnya.

Pengamat menilai bahwa pernyataan Anwar Abbas mencerminkan kekhawatiran sebagian kalangan terhadap kemungkinan terbukanya babak baru ketegangan global. Situasi di Timur Tengah saat ini dinilai sangat dinamis, sehingga langkah diplomasi, penahanan diri, dan peran aktif komunitas internasional menjadi kunci untuk mencegah konflik yang lebih besar.(**)

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait