Ari Maulana Bagikan Cerita Kuliah Dua Kampus dan Pengalaman Berkarya dalam Program Gen Zone Radio Assalam

Radio Assalam UIN Ar-Raniry Banda Aceh melalui program Gen Zone menghadirkan mahasiswa double degree, Ari Maulana, sebagai narasumber dalam siaran bertema “Muda, Berkarya dan Berdampak”, Sabtu (3/10/2026). Foto/Istimewa
Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

ACEH INDEPENDENT, BANDA ACEH — Radio Assalam UIN Ar-Raniry Banda Aceh melalui program Gen Zone menghadirkan mahasiswa double degree, Ari Maulana, sebagai narasumber dalam siaran bertema “Muda, Berkarya dan Berdampak”, Sabtu (3/10/2026).

Program yang disiarkan melalui Radio Assalam 107,9 FM, website www.radioassalam.com, serta YouTube Radio Assalam Banda Aceh tersebut dipandu oleh host Nayyah. Dalam kesempatan itu, Ari Maulana berbagi cerita mengenai perjalanan akademik, pengalaman organisasi dan sosial, hingga berbagai aktivitas yang dilakukannya selama masa perkuliahan.

Bacaan Lainnya
Widget Artikel Samping

Ari Maulana merupakan mahasiswa yang menempuh pendidikan di dua perguruan tinggi di Banda Aceh, yakni Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (USK) pada Program Studi Ilmu Hukum serta UIN Ar-Raniry Banda Aceh pada Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI).

Dalam siaran tersebut, Ari menceritakan bagaimana dirinya menjalani perkuliahan di dua bidang yang memiliki karakter berbeda, tetapi menurutnya justru saling melengkapi.

Di bidang hukum, Ari mempelajari berbagai aspek regulasi dan kebijakan, termasuk hukum kontrak dan hukum perjanjian. Ia juga memilih konsentrasi Hukum Keperdataan sebagai bidang yang lebih ingin didalaminya.

Sementara di bidang komunikasi, Ari banyak mempelajari aspek perencanaan kehumasan, public speaking, komunikasi persuasif, serta komunikasi yang berkaitan dengan sektor pariwisata.

Menurut Ari, ketertarikannya terhadap hukum dan komunikasi tidak muncul secara tiba-tiba. Pengalaman berinteraksi dengan masyarakat, organisasi, dunia pendidikan, sosial, budaya, serta pariwisata turut membentuk ketertarikannya untuk mengembangkan kemampuan di berbagai bidang.

“Saya melihat hukum dan komunikasi itu bukan dua bidang yang harus dipisahkan. Hukum mengajarkan kita tentang aturan, hak, kewajiban dan bagaimana sesuatu diatur, sementara komunikasi mengajarkan bagaimana kita menyampaikan gagasan dan membangun hubungan dengan orang lain. Ketika keduanya dipadukan, kita bisa memiliki cara berpikir yang lebih luas sekaligus kemampuan untuk menyampaikan gagasan dengan baik,” ujar Ari dalam siaran tersebut.

Selain aktif dalam kegiatan akademik, Ari juga menceritakan berbagai pengalaman nonakademik yang telah dijalaninya. Ia aktif dalam kegiatan sosial dan kerelawanan serta pernah menjadi pemandu wisata yang berinteraksi dengan wisatawan dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Ari juga memiliki pengalaman sebagai Liaison Officer (LO) dalam program Pertukaran Mahasiswa Merdeka selama tiga tahun berturut-turut. Pengalaman tersebut mempertemukannya dengan mahasiswa dari berbagai daerah dan memberinya kesempatan untuk memperkenalkan Aceh, baik dari sisi sejarah, budaya, masyarakat maupun pariwisatanya.

Di bidang budaya dan pariwisata, Ari juga pernah dipercaya sebagai Wakil III Cut Abang Duta Wisata Kota Sabang 2025. Pengalaman tersebut semakin memperkuat ketertarikannya terhadap budaya, pariwisata, komunikasi publik dan pengembangan generasi muda.

Tidak berhenti di sana, Ari turut membagikan pengalaman pengabdiannya selama satu bulan penuh di Gampong Cut Langien, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, melalui kegiatan KKN. Pengalaman tersebut menjadi salah satu ruang baginya untuk belajar secara langsung dari masyarakat sekaligus menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.

Pengalaman di berbagai bidang tersebut kemudian juga membawanya terlibat dalam pekerjaan di bidang media sosial sebagai Social Media Specialist.

Dalam sesi yang berlangsung interaktif tersebut, Ari juga memberikan sejumlah tips kepada mahasiswa agar tidak hanya berorientasi pada nilai akademik, tetapi juga membangun pengalaman dan kemampuan yang dapat menjadi value diri di masa depan.

Ia mendorong mahasiswa untuk berani mencoba berbagai kegiatan selama masih berada di bangku perkuliahan, baik organisasi, volunteer, kompetisi, kepanitiaan, pengabdian masyarakat, maupun kegiatan lain yang sesuai dengan minat.

“Anak muda itu harus haus pengalaman. Jangan hanya mengejar nilai di atas kertas, tetapi juga mengasah kemampuan diri. Karena ketika kita masuk ke dunia setelah kampus, yang dibutuhkan bukan hanya apa yang pernah kita pelajari, tetapi juga apa yang mampu kita lakukan,” kata Ari.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak merasa harus mengikuti semua bidang yang sedang populer. Menurutnya, setiap orang memiliki jalur dan potensi masing-masing.

“Produktiflah di bidang yang teman-teman sukai. Kalau suka hukum, dalami hukum. Kalau suka komunikasi, kembangkan komunikasi. Kalau suka sosial, masuk ke ruang-ruang sosial. Tidak harus menjadi orang lain untuk terlihat hebat. Yang penting kita terus berkembang dan memiliki sesuatu yang bisa kita kontribusikan,” tuturnya.

Menurut Ari, pengalaman selama kuliah pada akhirnya bukan hanya tentang mendapatkan gelar, tetapi juga tentang membentuk karakter, jaringan, kemampuan dan cara pandang.

Menutup perbincangan, Ari menyampaikan pesan kepada generasi muda agar tidak berhenti belajar dan menjadikan setiap pertemuan sebagai bagian dari proses kehidupan.

“Jangan pernah lelah untuk belajar. Setiap perjalanan dalam kehidupan adalah proses belajar, dan setiap kali kita bertemu dengan siapa pun, di situ juga ada pelajaran yang bisa kita ambil. Masa muda hanya sekali, maka hiduplah dengan berarti dan jadilah seseorang yang bisa memberikan manfaat,” ungkap Ari.

Ia juga menekankan bahwa setiap orang tidak dapat memilih dari keluarga seperti apa dirinya dilahirkan, tetapi setiap orang memiliki kesempatan untuk menentukan pribadi seperti apa yang ingin dibangun di masa depan.

“Kita memang tidak bisa memilih terlahir dari keluarga yang mana, tetapi kita bisa memilih ingin menjadi orang seperti apa di masa depan dan ingin menjadi orang tua untuk anak-anak kita kelak. Karena itu, proses hari ini penting untuk menentukan siapa diri kita di masa depan,” tambah Ari.

Siaran Gen Zone Radio Assalam bersama Ari Maulana berlangsung dengan lancar dan penuh motivasi. Melalui tema “Muda, Berkarya dan Berdampak”, perbincangan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk melihat bahwa masa perkuliahan dapat dimanfaatkan bukan hanya untuk mengejar prestasi akademik, tetapi juga untuk memperluas pengalaman, membangun keterampilan, menemukan potensi diri, serta menciptakan dampak bagi lingkungan sekitar.

Ikuti acehindependent di Google News

Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.

Buka Google News

Pos terkait