Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, bersama Wakil Pimpinan Perusahaan Serambi Indonesia, Firdaus Darwis, kepada Direktur Bisnis Bank Aceh, Fadhil Ilyas.
Widget Artikel Samping
Dalam sambutannya, Fadhil menyebut sektor ekonomi kreatif (ekraf) memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, Bank Aceh tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga menyediakan pelatihan, pendampingan, capacity building, hingga business matching bagi pelaku UMKM dan usaha kreatif.
Kami ingin pelaku usaha bukan hanya bertahan, tetapi juga berkembang secara berkelanjutan. Dukungan mencakup strategi pemasaran, pengemasan, hingga branding, serta rutin mengadakan workshop dan pelatihan,” ujar Fadhil.
Ia menegaskan, ekonomi kreatif merupakan konsep yang menekankan kreativitas, inovasi, dan pengetahuan sebagai faktor utama dalam menciptakan nilai tambah. Untuk itu, Bank Aceh terus memperluas akses pembiayaan, digitalisasi, serta edukasi teknologi guna memudahkan pelaku ekraf.
Sementara itu, Pemimpin Divisi UMKM Bank Aceh, Ziaur Rahman, menyampaikan bahwa hingga kini pihaknya telah memberikan pembinaan kepada 123 UMKM dan pelaku ekraf di berbagai sektor, seperti kuliner, fesyen, dan kriya.
Selain itu, dalam tiga tahun terakhir Bank Aceh telah menyalurkan pembiayaan untuk UMKM sebesar Rp 2,53 triliun, termasuk sekitar Rp 13,6 miliar khusus untuk sektor ekraf.
“Meski tergolong baru, sektor ekonomi kreatif terus kami dorong. Ke depan, kami berkomitmen meningkatkan penyaluran dan pengembangan agar lebih banyak pelaku ekraf Aceh yang merasakan manfaat,” pungkas Zia.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News