Aceh Besar dikenal sebagai salah satu sentra kelapa terbesar di Provinsi Aceh, dengan produksi mencapai sekitar 5.500 ton per tahun. Sayangnya, sebagian besar kelapa tersebut masih dijual mentah atau diolah menjadi santan, yang memiliki nilai ekonomi rendah. Melihat potensi besar itu, tim USK hadir menawarkan solusi nyata.
Widget Artikel Samping
Ketua tim pelaksana, Ir. Riski Arifin, S.T., M.T., bersama anggota tim Dr. Ir. Syaubari, M.Sc., menggandeng masyarakat dan kelompok ibu-ibu PKK Desa Barabung dalam pelatihan produksi VCO menggunakan teknologi sederhana, hemat energi, dan ramah lingkungan.
Bukan Sekadar Kelapa, Dalam pelatihan, para dosen memperkenalkan metode fermentasi alami tanpa pemanasan dan tanpa bahan kimia. Proses ini mudah diterapkan di rumah tangga dan mampu mempertahankan kandungan alami kelapa seperti asam laurat dan vitamin E. Hasilnya, VCO yang diproduksi memiliki aroma segar, kualitas tinggi, dan berpotensi besar menembus pasar pangan sehat, kecantikan, hingga farmasi.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya bisa membuat VCO, tapi juga mampu mengelolanya sebagai usaha berkelanjutan. Harapannya, Desa Barabung bisa menjadi contoh desa produktif berbasis ekonomi sirkular,” ungkap Ir. Riski Arifin.
Sementara itu, Sekretaris Desa Barabung, Heri Muliadi, A.Md., mengapresiasi langkah USK yang dinilai membawa manfaat nyata.
“Pelatihan ini sangat berguna. Warga jadi tahu cara praktis membuat VCO sekaligus memahami manfaat kesehatannya,” ujarnya.
Program ini tidak hanya memperkuat keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan semangat kewirausahaan dan kemandirian ekonomi desa. Dengan pendampingan berkelanjutan dari USK, Desa Barabung berpotensi menjadi pionir penghasil VCO unggulan di Aceh, sekaligus bukti bahwa ilmu dari kampus bisa langsung memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News