Sebelumnya, kerusakan jembatan berdampak luas terhadap aktivitas warga. Distribusi hasil pertanian terganggu, akses pendidikan bagi pelajar terhambat, serta mobilitas masyarakat menjadi terbatas. Kondisi tersebut sempat memperlambat pemulihan ekonomi warga setempat.
Widget Artikel Samping
Dalam sambutannya, Letkol Inf Ahmad Fauzi menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Aramco merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah bersama TNI dalam mempercepat pemulihan infrastruktur, khususnya di daerah terdampak bencana.
“Jembatan ini memiliki peran strategis dalam menunjang aktivitas masyarakat. Kami berharap, dengan telah difungsikannya kembali jembatan ini, perekonomian warga dapat bangkit dan aktivitas sehari-hari berjalan normal,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi sinergi dan semangat gotong royong antara personel TNI, khususnya Koramil 06/Bukit, dengan masyarakat dalam proses pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, kebersamaan menjadi kunci utama keberhasilan penyelesaian proyek ini.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan ini agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” tambahnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Sedie Jadi, Ir. Sutrisno, M.A.P., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada pemerintah pusat dan jajaran TNI atas terealisasinya pembangunan jembatan tersebut.
“Kehadiran jembatan ini sangat membantu masyarakat, terutama dalam memulihkan kondisi ekonomi pascabencana. Kini akses sudah kembali normal, aman, dan dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki,” ungkapnya.
Peresmian Jembatan Aramco menjadi bukti kuatnya sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun kembali infrastruktur yang terdampak bencana. Keberadaan jembatan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan warga di Desa Sedie Jadi dan sekitarnya.(**)
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News