Upacara yang berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB tersebut diikuti Kacabdin Pidie Jaya Razali, S.Pd., M.Pd., Kasat Binmas Polres Pidie Jaya Iptu Fadlullah, S.H., Kapolsek Meureudu AKP Mustafa Kamal, S.Pd.I., Kepala SMA Negeri 1 Meureudu Abubakar, S.Pd., para dewan guru, siswa-siswi, serta personel Polres Pidie Jaya dan Polsek Meureudu.
Widget Artikel Samping
Dalam amanatnya, Kapolres Pidie Jaya mengingatkan para pelajar agar mampu menjaga diri di tengah perkembangan zaman dan memahami batas antara hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
“Adik-adik sekalian, kalian adalah masa depan bangsa. Di era modern ini banyak jebakan yang dapat merusak masa depan jika tidak waspada dan memahami hukum,” ujar AKBP Tendri Wardi, S.Pt.,S.I.K.,M.H., di hadapan para siswa.
Kapolres juga mengajak para pelajar agar mampu membagi waktu dengan kegiatan positif, berani mengatakan tidak terhadap ajakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain, serta memahami konsekuensi dari berbagai perilaku yang dapat berdampak pada masa depan.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres menyoroti empat persoalan yang dinilai perlu menjadi perhatian serius di kalangan remaja, yakni perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, judi online, serta kekerasan seksual dan perilaku asusila di ruang digital.
Terkait perundungan, Kapolres mengingatkan bahwa tindakan mengejek, memukul, mengucilkan hingga melakukan penghinaan melalui media sosial bukan sekadar candaan, tetapi dapat memiliki konsekuensi hukum.
Para siswa juga diingatkan untuk menjauhi narkoba. Kapolres menjelaskan bahwa penyalahgunaan narkotika dapat merusak kesehatan, masa depan dan berimplikasi pada persoalan hukum.
Selain itu, fenomena judi online turut menjadi perhatian. Para pelajar diminta tidak tergiur dengan berbagai aplikasi atau tautan yang menawarkan keuntungan instan karena dapat menimbulkan kecanduan dan kerugian.
Kapolres juga mengingatkan para siswa agar berhati-hati dalam menggunakan telepon seluler dan media sosial, khususnya terkait sex calling, permintaan foto atau video pribadi, serta penyebaran konten bermuatan seksual tanpa persetujuan.
Pesan tersebut juga dikaitkan dengan nilai-nilai agama. Kapolres mengingatkan para pelajar agar menjaga kehormatan diri, menghormati orang lain, serta menjauhi perilaku yang dilarang dalam ajaran Islam.
Di akhir amanatnya, AKBP Tendri Wardi, S.Pt.,S.I.K.,M.H., mengajak seluruh siswa SMA Negeri 1 Meureudu untuk menggunakan teknologi secara bijak.
“Semua katakan “TIDAK” pada perundungan, narkoba, judi online, dan perilaku asusila. Manfaatkan HP dan internet untuk belajar, berkarya dan mengukir prestasi, bukan untuk merusak masa depan sendiri,” pesannya.
Kapolres juga mengajak para pelajar untuk saling menjaga dan melindungi, sehingga dapat menjadi generasi yang membanggakan orang tua, sekolah dan agama.
Upacara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa, laporan pemimpin upacara, penghormatan kepada pembina upacara, serta foto bersama.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 09.00 WIB dalam keadaan aman, lancar dan kondusif.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News