Dari Mahasiswa Teknik Pertambangan USK Menjadi Duta Minerba: Belajar Tambang Berkelanjutan dari Bangka Belitung

Dari Mahasiswa Teknik Pertambangan USK Menjadi Duta Minerba: Belajar Tambang Berkelanjutan dari Bangka Belitung Foto/Istimewa
Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

ACEH INDEPENDENT, Dari Mahasiswa Teknik Pertambangan USK Menjadi Duta Minerba: Belajar Tambang Berkelanjutan dari Bangka Belitung

Setelah mengikuti pelatihan daring pada 23–24 September dan pembekalan di Jakarta pada 28 September 2026, saya bersama delegasi lainnya mengunjungi PT Timah Tbk di Kepulauan Bangka Belitung pada 29 September–3 Oktober 2026.

Bacaan Lainnya
Widget Artikel Samping

Kunjungan ini membawa kami mengenal proses bisnis pertambangan timah, mulai dari sejarahnya di Museum Timah, upaya reklamasi di Kampoeng Reklamasi, hingga pengamatan penambangan laut menggunakan Kapal Isap Produksi (KIP) 99. Kami juga mengunjungi fasilitas peleburan dan pemurnian timah, termasuk TSL Ausmelt Plant di Muntok. Dari setiap lokasi, saya belajar bahwa Good Mining Practice bukan sekadar konsep dalam perkuliahan, melainkan komitmen nyata terhadap keselamatan kerja, pengelolaan lingkungan, dan keberlanjutan operasi pertambangan.

Pengalaman sebagai Duta Minerba juga memperluas cara pandang saya sebagai calon insan pertambangan. Melalui kunjungan ke mitra binaan Kopiah Resam di Desa Dendang, perjumpaan dengan masyarakat adat Suku Lom di Kampung Gebong Mamarong, serta pengenalan layanan Mobil Sehat dan Program Beasiswa Unggulan di Pemali Boarding School, saya melihat bahwa pertambangan memiliki hubungan erat dengan kehidupan masyarakat.

Bagi saya, menjadi mahasiswa Teknik Pertambangan USK sekaligus Duta Minerba adalah kesempatan untuk menghubungkan ilmu pengetahuan dan realitas di lapangan. Pertambangan tidak hanya berbicara tentang mineral, alat berat, dan proses produksi, tetapi juga tentang manusia, lingkungan, budaya, serta masa depan daerah.

Pengalaman ini menjadi pengingat bahwa insan pertambangan masa depan harus mampu bekerja dengan kompetensi teknis, kepekaan sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Sebab, keberhasilan pertambangan tidak hanya diukur dari apa yang dihasilkan dari bumi, tetapi juga dari manfaat yang ditinggalkan bagi generasi berikutnya.

Ikuti acehindependent di Google News

Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.

Buka Google News

Pos terkait