Dari Ruang Kuliah ke Dunia Tambang: Pengalaman Fazlin Adela Menjadi Duta Minerba 2026

Menjadi mahasiswa Teknik Pertambangan Universitas Syiah Kuala (USK) memberi saya kesempatan untuk mempelajari industri pertambangan dari sisi ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, melalui program Duta Minerba Goes to Site 2026, saya mendapatkan pengalaman berharga untuk melihat secara langsung bagaimana ilmu yang dipelajari di bangku kuliah diterapkan di dunia kerja. Foto/Istimewa
Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

ACEH INDEPENDENT, Menjadi mahasiswa Teknik Pertambangan Universitas Syiah Kuala (USK) memberi saya kesempatan untuk mempelajari industri pertambangan dari sisi ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, melalui program Duta Minerba Goes to Site 2026, saya mendapatkan pengalaman berharga untuk melihat secara langsung bagaimana ilmu yang dipelajari di bangku kuliah diterapkan di dunia kerja.

Saya, Fazlin Adela, berkesempatan mengunjungi PT Hengjaya Mineralindo di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, pada 29 September–3 Oktober 2026. Perjalanan menuju lokasi cukup panjang dan sempat diwarnai keterlambatan penerbangan. Meski melelahkan, pengalaman tersebut menjadi awal dari pembelajaran yang membuka wawasan saya tentang praktik pertambangan bijih nikel.

Bacaan Lainnya
Widget Artikel Samping

Salah satu hal paling menarik adalah kunjungan ke Dry Stack Tailing Facility (DSTF). Saya mempelajari bagaimana teknologi filter press digunakan untuk mengurangi kandungan air dalam tailing, serta bagaimana air rembesan dikelola melalui leachate collection pond. Pengalaman ini membuat saya memahami bahwa pengelolaan sisa proses pertambangan membutuhkan perencanaan dan teknologi yang tepat untuk meminimalkan risiko lingkungan.

Saya juga menyaksikan tahapan preparasi sampel mineral, mulai dari penghancuran menggunakan jaw crusher, pengeringan, penghalusan, hingga pengayakan sebelum analisis laboratorium. Kunjungan ke area reklamasi, nursery, settling pond, dan fasilitas pemantauan kualitas air SPARING memperkaya pemahaman saya tentang pentingnya pengelolaan lingkungan. Di kawasan konservasi, saya melihat bahwa perlindungan keanekaragaman hayati juga menjadi bagian penting dari tanggung jawab pertambangan.

Pembelajaran semakin lengkap ketika saya mengenal Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), termasuk Harmoni Makarti, Pasar Desa Bete-Bete, dan rumah bibit mangrove. Dari sana, saya menyadari bahwa keberadaan industri tambang juga harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Bagi saya, menjadi Duta Minerba merupakan pengalaman penting dalam perjalanan sebagai mahasiswa Teknik Pertambangan USK. Saya belajar bahwa pertambangan bukan semata-mata tentang produksi mineral, melainkan tentang keseimbangan antara aspek teknis, keselamatan, lingkungan, dan sosial. Pengalaman ini memotivasi saya untuk terus belajar serta menjadi generasi muda yang mampu menyampaikan informasi pertambangan secara objektif, kritis, dan bertanggung jawab.

Ikuti acehindependent di Google News

Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.

Buka Google News

Pos terkait