Aceh Besar – Keluhan masyarakat terkait kondisi air bersih yang keruh dari PDAM Tirta Mountala di Kabupaten Aceh Besar akhirnya mendapat perhatian serius dari wakil rakyat. Anggota Komisi III DPRK Aceh Besar, Rahmat Aulia, S.Pd bersama Satria Maulana Putra, SE., MM turun langsung ke lapangan guna menindaklanjuti laporan warga yang merasa dirugikan oleh kualitas air yang tidak layak pakai, Jum’at, 27 Maret 2026.
Dalam kunjungan tersebut, kedua anggota dewan ini melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi air yang mengalir ke rumah warga. Hasilnya, air yang ditampung dalam ember terlihat berwarna kecokelatan dan keruh, jauh dari standar air bersih yang seharusnya dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mencuci, dan mandi.
Rahmat Aulia menyampaikan bahwa persoalan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi secara optimal oleh pihak penyedia layanan. Ia menegaskan bahwa PDAM Tirta Mountala harus segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi dan pengolahan air agar kualitas air yang disalurkan kepada masyarakat dapat memenuhi standar kesehatan.
“Kami menerima banyak laporan dari masyarakat terkait air yang keruh ini. Hari ini kami turun langsung untuk memastikan kondisi di lapangan. Ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Rahmat Aulia.
Senada dengan itu, Satria Maulana Putra menambahkan bahwa pihaknya akan mendorong PDAM untuk segera mengambil langkah konkret, mulai dari perbaikan instalasi, pembersihan jaringan pipa, hingga peningkatan kualitas pengolahan air di instalasi utama.
Menurutnya, jika permasalahan ini tidak segera ditangani, maka akan berdampak pada kesehatan masyarakat serta menurunkan kepercayaan publik terhadap pelayanan pemerintah daerah.
Warga setempat mengaku sudah cukup lama menghadapi kondisi air keruh ini. Mereka berharap adanya perhatian serius dari pemerintah dan DPRK agar permasalahan ini segera teratasi. Beberapa warga bahkan terpaksa membeli air bersih tambahan untuk kebutuhan konsumsi karena tidak yakin dengan kualitas air yang tersedia.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam penyelesaian masalah air bersih di Aceh Besar. DPRK Aceh Besar berkomitmen untuk terus mengawal persoalan ini hingga masyarakat benar-benar mendapatkan layanan air bersih yang layak, aman, dan berkualitas.(**)






