Informasi penemuan diterima Tim SAR gabungan dari warga sekitar pukul 19.55 WIB. Mendapat informasi tersebut, Tim SAR gabungan bergerak menuju lokasi menggunakan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) dari Pelabuhan Ulee Lheue. Setelah dilakukan pengecekan, petugas memastikan jasad yang ditemukan merupakan Juanda. Jenazah kemudian dievakuasi ke Pelabuhan Ulee Lheue dan tiba sekitar pukul 21.40 WIB. Selanjutnya, korban dibawa ke RSUD dr. Zainoel Abidin untuk penanganan lebih lanjut.
Widget Artikel Samping
Sebelum ditemukan, operasi pencarian terhadap korban telah memasuki hari keempat yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB dengan membagi area menjadi dua sektor. Tim pertama melakukan penyisiran menggunakan RIB hingga empat nautical mile dari lokasi terakhir korban terlihat dengan arah pencarian ke barat, barat laut, dan barat daya menggunakan pola paralel, serta pemantauan udara menggunakan drone. Sementara itu, tim kedua melakukan penyisiran di sepanjang garis pantai hingga radius sekitar dua kilometer dari lokasi kejadian hingga pukul 18.00 WIB. Proses pencarian sempat terkendala kondisi cuaca dengan angin bertiup sekitar 14 knot dari arah selatan dan ketinggian gelombang mencapai 1,5 hingga 2 meter.
Juanda sebelumnya dilaporkan hilang pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 11.50 WIB saat berkemah bersama tujuh rekannya di Pantai Lhok Ketapang. Ketika bersiap pulang usai menginap semalaman dan membersihkan area perkemahan, korban diduga terseret arus laut. Rekan-rekannya sempat berupaya menolong menggunakan tali, namun tidak berhasil.
Setelah korban ditemukan dan dievakuasi, operasi SAR diusulkan untuk ditutup pada pukul 21.45 WIB dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke instansi masing-masing. Operasi pencarian ini melibatkan Basarnas Banda Aceh, Polsek Peukan Bada, Koramil Peukan Bada, Pos TNI AL Lhoknga, RAPI, nelayan, serta masyarakat setempat.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News