Berdasarkan laporan berbagai sumber pemantauan gempa regional, guncangan tidak hanya dirasakan masyarakat di wilayah Malaysia bagian timur, tetapi juga menjangkau sejumlah negara di Asia Tenggara. Getaran dilaporkan terasa di beberapa daerah di Indonesia, Brunei Darussalam, Filipina, hingga Vietnam.
Widget Artikel Samping
Menariknya, laporan tidak resmi dari masyarakat juga menyebutkan getaran ringan turut dirasakan di wilayah yang lebih jauh seperti Kamboja, Singapura, dan Thailand. Luasnya persebaran getaran ini dipengaruhi oleh karakter kedalaman gempa yang memungkinkan energi seismik merambat lebih jauh dibandingkan gempa dangkal.
Sejumlah warga di kawasan pesisir Kalimantan melaporkan merasakan guncangan selama beberapa detik, terutama pada bangunan bertingkat. Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat laporan resmi mengenai kerusakan besar maupun korban jiwa. Otoritas setempat masih melakukan pemantauan intensif untuk memastikan kondisi lapangan tetap aman.
Para ahli seismologi menilai kejadian ini menjadi catatan penting dalam sejarah aktivitas tektonik regional. Selama lebih dari satu abad terakhir, wilayah Kalimantan dikenal relatif stabil dibandingkan zona gempa aktif seperti Sumatera dan Sulawesi. Namun gempa besar di Sabah ini menunjukkan bahwa aktivitas tektonik tetap berpotensi terjadi akibat interaksi lempeng di sekitar kawasan Borneo.
Selain itu, fenomena gempa dalam seperti ini juga menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana alam, meskipun wilayah tersebut tidak termasuk zona rawan gempa utama.
Hingga berita ini diturunkan, pemantauan terhadap kemungkinan gempa susulan masih terus dilakukan. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan resmi dari otoritas kebencanaan setempat.(**)
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News