Menurutnya, masyarakat sudah jenuh dengan lemahnya penegakan hukum terhadap para koruptor. “Kalau DPR masih bicara soal proses administratif, itu berarti mereka gagal membaca detak jantung rakyat,” tegas Hardjuno di Jakarta, Jumat (12/9/2025).
Widget Artikel Samping
Ia mengingatkan bahwa ketidakpekaan elite politik terhadap isu pemberantasan korupsi dapat memicu gejolak sosial bahkan krisis yang lebih dalam. “Kita bisa belajar dari pengalaman Nepal, Sri Lanka, dan Chile. Ketika keadilan diabaikan, rakyat bisa bergerak dengan cara yang tidak terduga,” ujarnya.
Hardjuno menegaskan, korupsi merupakan akar dari berbagai persoalan bangsa. Dampaknya sangat luas, mulai dari terhambatnya pertumbuhan ekonomi, menurunnya minat investasi, meningkatnya angka kemiskinan, hingga melemahnya kepercayaan publik terhadap negara.
“RUU ini tidak cukup hanya masuk daftar. DPR harus segera membahas pasal demi pasal, bukan ditunda, bukan sekadar dijanjikan,” tandasnya.(**)
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News