ACEH – Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni bukan sekadar mengenang sejarah lahirnya dasar negara, tetapi juga menjadi momentum refleksi terhadap sejauh mana nilai-nilai Pancasila telah diwujudkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satu amanat terbesar yang terkandung dalam Pancasila adalah sila kelima, yakni “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.”
Keadilan sosial bukan hanya berbicara tentang pemerataan hukum dan hak politik, tetapi juga menyangkut keadilan dalam bidang ekonomi. Keadilan ekonomi berarti setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pekerjaan, mengembangkan usaha, menikmati hasil pembangunan, serta terbebas dari kemiskinan dan ketimpangan yang berlebihan.
Di tengah berbagai kemajuan pembangunan yang telah dicapai bangsa ini, kita masih menghadapi kenyataan bahwa kesenjangan ekonomi belum sepenuhnya teratasi. Sebagian masyarakat masih mengalami kesulitan mengakses modal usaha, lapangan pekerjaan yang layak, pendidikan berkualitas, serta peluang ekonomi yang merata. Kondisi ini menjadi tantangan bersama untuk memastikan bahwa pembangunan tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu, tetapi benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.
Sebagai bangsa yang menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup, kita harus terus memperjuangkan sistem ekonomi yang berkeadilan. Ekonomi yang memberi ruang kepada pelaku usaha kecil, petani, nelayan, pedagang tradisional, serta generasi muda untuk tumbuh dan berkembang. Negara harus hadir sebagai pengayom yang memastikan tidak terjadi praktik-praktik ekonomi yang merugikan masyarakat kecil dan memperlebar jurang kesenjangan sosial.
Dalam konteks Aceh dan Kabupaten Pidie khususnya, semangat keadilan ekonomi harus diwujudkan melalui penguatan ekonomi rakyat, pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengelolaan sumber daya alam yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat. Program-program pembangunan hendaknya berorientasi pada pemerataan manfaat, bukan hanya pertumbuhan angka-angka statistik.
GAMIES sebagai organisasi yang bergerak dalam bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat memandang bahwa kemandirian ekonomi rakyat merupakan salah satu kunci utama terwujudnya sila kelima Pancasila. Ketika masyarakat memiliki akses terhadap peluang usaha, modal, pelatihan, dan pasar yang adil, maka kesejahteraan akan tumbuh dari bawah dan berdampak luas bagi kehidupan sosial masyarakat.
Hari Lahir Pancasila hendaknya menjadi pengingat bahwa cita-cita para pendiri bangsa belum selesai diperjuangkan. Keadilan sosial bukan sekadar slogan, melainkan tanggung jawab bersama. Pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen bangsa harus bersinergi memastikan bahwa tidak ada rakyat yang tertinggal dalam menikmati hasil pembangunan.
Mari kita jadikan momentum Hari Lahir Pancasila tahun 2026 sebagai penguat komitmen untuk membangun ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berpihak kepada kesejahteraan rakyat. Sebab sejatinya, kemajuan bangsa bukan diukur dari tingginya pertumbuhan ekonomi semata, melainkan dari seberapa besar manfaatnya dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.
“Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia” bukan hanya cita-cita, tetapi amanah yang harus diwujudkan bersama.






