Illiza Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Lueng Bata, Ajak Jadikan Keteladanan Rasulullah Napas Kehidupan

Suasana penuh kebersamaan terasa di Masjid Jamik Kemukiman Lueng Bata, Minggu 6 September 2026, saat masyarakat bersama jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 Hijriah. Foto/Istimewa
Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

ACEH INDEPENDENT, Banda Aceh  – Suasana penuh kebersamaan terasa di Masjid Jamik Kemukiman Lueng Bata, Minggu 6 September 2026, saat masyarakat bersama jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 Hijriah.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, hadir bersama suaminya, Amir Ridha. Turut hadir Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah, Sekdako Jalaluddin, Staf Ahli Wali Kota Ridwan, Kadiskominfotik Zubir, Camat Lueng Bata Kharisma dan istri, serta sejumlah kepala SKPK di lingkungan Pemko Banda Aceh.

Bacaan Lainnya
Widget Artikel Samping

Kedatangan Wali Kota dan rombongan selepas salat Zuhur disambut hangat oleh jajaran pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Jamik Kemukiman Lueng Bata.

Tidak hanya menampilkan unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat, peringatan Maulid tersebut juga dipadati warga dari berbagai gampong dalam Kemukiman Lueng Bata. Masyarakat datang bersama-sama untuk mengikuti rangkaian peringatan sekaligus merawat tradisi Maulid yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Aceh.

Nuansa kebersamaan semakin terasa melalui tradisi idang Maulid. Beragam hidangan masakan khas Aceh dari gampong-gampong dalam Kemukiman Lueng Bata dibawa dan disajikan di masjid sebagai bagian dari kenduri Maulid. Hidangan yang tersaji menjadi simbol gotong royong sekaligus wujud kegembiraan masyarakat dalam memperingati kelahiran Rasulullah SAW.

Bagi masyarakat Aceh, kata Illiza, Maulid bukan semata-mata sebuah peringatan keagamaan. “Ini menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, mempererat persaudaraan dan menghadirkan kembali nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.”

Momentum tersebut sekaligus menampilkan bagaimana masjid tetap menjadi ruang penting dalam membangun kebersamaan masyarakat–tempat ibadah yang hidup, “Sekaligus tempat bertemunya berbagai lapisan masyarakat dalam semangat persaudaraan dan kepedulian,” ujarnya.

Kehadiran orang nomor satu di Banda Aceh itu bersama masyarakat pada momentum Maulid di Masjid Jamik Lueng Bata juga menjadi bagian dari komitmen Pemko Banda Aceh untuk terus memperkuat kehidupan keumatan serta memakmurkan masjid sebagai salah satu pusat masyarakat pembinaan.

Semangat Maulid, pada akhirnya, tidak berhenti pada kemeriahan sebuah peringatan. “Lebih jauh lagi, mengajak setiap umat untuk mengenang akhlak Rasulullah SAW dan menerapkan keteladanannya dalam kehidupan–melalui kejujuran, amanah, kepedulian, persaudaraan dan semangat membangun kebaikan bersama.”

Dari Masjid Jamik Kemukiman Lueng Bata, semangat itu kembali menemukan ruangnya: ketika berkumpul, berbagi hidangan masyarakat, mempererat silaturahmi dan bersama-sama menghidupkan kecintaan kepada Rasulullah SAW. 

Ikuti acehindependent di Google News

Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.

Buka Google News

Pos terkait