Kadis Pendidikan Aceh Ajak Mahasiswa Baru Jadi Generasi Pembawa Perubahan

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin, S.Pd., M.SP., saat menjadi narasumber pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh Tahun 2026 di Kampus ISBI Aceh, Jantho, Aceh Besar, Selasa (18/8/2026).
Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Jantho – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., M.SP., mengajak mahasiswa baru Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh untuk memanfaatkan masa perkuliahan sebagai momentum membangun kapasitas diri sekaligus mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu membawa perubahan bagi masyarakat dan daerah.

Pesan tersebut disampaikan Murthalamuddin saat hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) ISBI Aceh Tahun 2026 yang berlangsung di Kampus ISBI Aceh, Jantho, Aceh Besar, Selasa (18/8/2026).

Bacaan Lainnya
Widget Artikel Samping

Dalam kesempatan itu, Murthalamuddin memberikan motivasi kepada mahasiswa baru agar tidak memandang perguruan tinggi semata-mata sebagai tempat untuk memperoleh gelar akademik. Lebih dari itu, kampus harus menjadi ruang untuk mengembangkan pola pikir, kreativitas, karakter, keterampilan, serta keberanian melahirkan gagasan-gagasan baru.

Menurutnya, mahasiswa merupakan salah satu kekuatan penting dalam menentukan arah masa depan bangsa. Karena itu, sejak memasuki lingkungan perguruan tinggi, mahasiswa perlu membangun kebiasaan belajar, berpikir kritis, terbuka terhadap perkembangan zaman, serta memiliki kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Murthalamuddin juga mendorong mahasiswa ISBI Aceh untuk menjadikan ilmu pengetahuan sebagai bekal dalam membangun peradaban. Ilmu yang diperoleh di bangku kuliah diharapkan tidak berhenti pada ruang-ruang akademik, tetapi dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.

“Jadilah generasi yang berilmu, kreatif, dan mampu memberikan dampak nyata bagi pendidikan dan masyarakat,” menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Sebagai perguruan tinggi yang memiliki kekhususan pada bidang seni dan budaya, ISBI Aceh dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga sekaligus mengembangkan kekayaan budaya Aceh. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menguasai keterampilan di bidang masing-masing, tetapi juga diharapkan mampu melihat seni dan budaya sebagai kekuatan dalam membangun identitas daerah dan bangsa.

Seni dan budaya, kata Murthalamuddin, dapat menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda. Kreativitas yang tumbuh dari lingkungan kampus dapat diarahkan untuk melahirkan karya-karya inovatif yang tetap berakar pada nilai-nilai budaya lokal.

Karena itu, mahasiswa baru ISBI Aceh diharapkan berani mengeksplorasi potensi diri, mengembangkan kreativitas, serta tidak takut mencoba hal-hal baru. Perubahan, menurutnya, membutuhkan generasi muda yang memiliki keberanian untuk berpikir berbeda sekaligus mampu bertanggung jawab atas gagasan yang dikembangkan.

Kegiatan PKKMB sendiri menjadi tahap awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus, sistem pembelajaran, kehidupan akademik, hingga berbagai peluang pengembangan diri selama menempuh pendidikan tinggi.

Bagi mahasiswa baru, momentum tersebut bukan hanya menjadi pintu masuk menuju kehidupan perkuliahan, tetapi juga awal perjalanan untuk membangun jejaring, memperluas wawasan dan menemukan potensi yang dapat dikembangkan selama berada di perguruan tinggi.

Murthalamuddin berharap mahasiswa baru ISBI Aceh mampu memanfaatkan seluruh kesempatan yang tersedia selama menjalani pendidikan. Selain aktif mengikuti kegiatan akademik, mahasiswa juga didorong untuk terlibat dalam kegiatan organisasi, seni, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun berbagai aktivitas kreatif yang dapat memperkaya pengalaman.

Ia menekankan bahwa generasi muda harus mampu memadukan ilmu pengetahuan, kreativitas dan karakter. Ketiga hal tersebut dinilai menjadi modal penting agar lulusan perguruan tinggi tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Kehadiran Kepala Dinas Pendidikan Aceh sebagai narasumber dalam PKKMB ISBI Aceh juga memberikan pesan penting mengenai hubungan antara dunia pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, serta pembangunan daerah. Mahasiswa sebagai calon intelektual muda memiliki posisi strategis untuk ikut menentukan masa depan Aceh melalui gagasan, karya dan kontribusi nyata.

Dengan semangat tersebut, mahasiswa baru ISBI Aceh diharapkan mampu menjalani kehidupan kampus dengan penuh optimisme. Masa perkuliahan harus dimanfaatkan untuk belajar sebanyak mungkin, membangun karakter, memperluas pengalaman dan menghasilkan karya yang dapat dibanggakan.

Pada akhirnya, pendidikan tidak hanya tentang seberapa tinggi seseorang memperoleh ilmu, tetapi juga tentang seberapa besar ilmu tersebut dapat digunakan untuk memberi manfaat. Dari kampus, generasi muda Aceh diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, kreatif, berkarakter dan memiliki kepedulian untuk ikut membangun daerah serta Indonesia.(**)

Ikuti acehindependent di Google News

Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.

Buka Google News

Pos terkait