Pada kesempatan yang sama, Irjen Pol. Ruddi Setiawan juga menerima penghargaan dari Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang diserahkan oleh Wakil Gubernur Aceh, atas kontribusinya dalam pelaksanaan penyelesaian konflik secara damai, menyeluruh, berkelanjutan, dan bermartabat dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Widget Artikel Samping
“Penghargaan itu menjadi wujud apresiasi atas kontribusi kepolisian dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus mendukung keberlanjutan perdamaian Aceh melalui pendekatan yang mengedepankan komunikasi, kebersamaan, serta penyelesaian persoalan secara damai,” kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto, dalam rilisnya usai kegiatan.
Joko mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk bersama-sama merawat perdamaian dengan menjaga persatuan dan kesatuan, memperkuat kepedulian sosial, serta mengedepankan penyelesaian setiap persoalan melalui cara-cara yang damai dan bermartabat dalam bingkai NKRI.
Semangat tersebut sejalan dengan komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga membangun komunikasi dan rasa saling percaya sebagai bagian dari upaya menciptakan kehidupan yang aman, nyaman, dan harmonis.
Peringatan HDA ke-21 kemudian ditutup dengan prosesi pelepasan merpati putih sebagai simbol perdamaian, harapan, dan komitmen bersama untuk terus menjaga Aceh tetap aman serta damai.
Peringatan HDA ke-21 juga turut dihadiri Pangdam Iskandar Muda, unsur Forkopimda Aceh, para duta besar negara sahabat, perwakilan Jepang, Malaysia, dan Australia, International Organization for Migration (IOM), organisasi internasional, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News