Keajaiban di Tengah Longsor Pasirlangu, Balita 2 Tahun Ditemukan Selamat

Balita berusia dua tahun, Arsya, ditemukan selamat di atas genting rumah usai longsor besar melanda Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026). Keajaiban di tengah puing dan duka mendalam.
Widget Artikel Samping

Tujuh Muda-Mudi Pesta Miras dan Seks Diserahkan ke Kejari

Baca Selengkapnya

Bandung Barat — Peristiwa longsor besar yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026), menyisakan duka mendalam sekaligus kisah keajaiban yang menggetarkan hati. Di tengah puing-puing bangunan dan tanah longsoran yang menimbun permukiman warga, seorang balita berusia dua tahun bernama Arsya ditemukan selamat oleh Tim SAR.

Balita tersebut ditemukan berada di atas genting rumah yang sebagian besar strukturnya telah hancur diterjang material longsor. Keberadaan Arsya dalam kondisi selamat menjadi secercah harapan di tengah proses pencarian puluhan korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang, termasuk kedua orang tuanya.

Bacaan Lainnya

Menurut informasi dari tim penyelamat di lokasi, longsor terjadi pada dini hari akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan tersebut selama beberapa jam. Tebing di sekitar permukiman warga runtuh dan menyeret tanah, bebatuan, serta bangunan rumah ke bawah lereng. Puluhan rumah dilaporkan rusak berat hingga rata dengan tanah.

“Ketika ditemukan, kondisi balita tersebut cukup lemah, namun masih sadar. Ini benar-benar mukjizat di tengah situasi yang sangat sulit,” ujar salah seorang petugas SAR di lokasi kejadian.

Proses evakuasi Arsya berlangsung dramatis. Tim SAR harus menyisir area longsoran dengan peralatan terbatas, sembari berpacu dengan waktu dan kondisi tanah yang masih labil. Setelah berhasil dievakuasi, Arsya langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.

Di sisi lain, kedua orang tua Arsya hingga kini masih dalam pencarian. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan terus melakukan upaya pencarian korban dengan metode manual dan bantuan alat berat. Namun, medan yang sulit serta cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat menjadi tantangan tersendiri.

Tragedi longsor Pasirlangu juga kembali menyoroti persoalan alih fungsi lahan di kawasan perbukitan Bandung Barat. Sejumlah pihak menduga perubahan tata guna lahan, termasuk pembukaan lahan dan pembangunan di area rawan, turut memperparah risiko bencana.

Kawasan Cisarua diketahui memiliki kontur tanah yang labil dan rawan longsor, terutama saat curah hujan tinggi. Para ahli dan pemerhati lingkungan mendesak agar pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perizinan pembangunan serta memperketat pengawasan tata ruang demi mencegah bencana serupa terulang.

Hingga Sabtu sore, jumlah korban jiwa dan warga yang masih dinyatakan hilang masih terus didata. Aparat mengimbau masyarakat untuk menjauhi lokasi longsor dan tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat kondisi tanah yang masih rentan.

Di balik duka dan kehancuran, kisah selamatnya Arsya menjadi simbol harapan dan pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan serta perlindungan lingkungan. Tragedi ini bukan hanya tentang bencana alam, tetapi juga tentang tanggung jawab bersama dalam menjaga keseimbangan alam demi keselamatan manusia.(**)

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait