Pendampingan Babinsa tidak hanya sebatas ikut menanam atau memanen. Sejak tahap awal, mereka sudah hadir mendampingi petani, mulai dari persiapan lahan, penyuluhan teknik pertanian modern, pemanfaatan bibit unggul, hingga memberikan informasi program bantuan pemerintah. Bahkan, saat pengolahan lahan, Babinsa ikut terjun langsung memperbaiki sistem irigasi, membuka lahan tidur, dan menyiapkan media tanam agar lebih optimal.
Widget Artikel Samping
Ketika musim tanam tiba, para Babinsa tak segan turun ke sawah menanam padi, jagung, dan komoditas pangan lainnya bersama petani. Pendampingan terus berlanjut hingga masa pemeliharaan mulai dari penyiangan gulma sampai pemberantasan hama guna memastikan tanaman tumbuh dengan baik. Begitu musim panen datang, Babinsa kembali hadir mendukung proses panen hingga pascapanen, termasuk pengeringan gabah dan pengelolaan hasil agar kualitas tetap terjaga.
Tak hanya itu, Babinsa juga ikut mengawasi penyaluran bantuan pemerintah berupa benih, pupuk, hingga alat mesin pertanian (alsintan) agar tepat sasaran. Mereka bahkan mendorong petani untuk memanfaatkan teknologi pertanian modern supaya hasil panen semakin meningkat.
Pangdam Iskandar Muda, Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., menegaskan bahwa TNI AD memiliki peran penting dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Pendampingan Babinsa adalah wujud nyata kontribusi TNI AD dalam membantu pemerintah mewujudkan kemandirian pangan masyarakat. Ini sejalan dengan program Astacita Presiden RI yang menekankan pentingnya ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendampingan tidak hanya soal tanam dan panen, tapi juga penyuluhan, penerapan teknologi tepat guna, hingga mengoptimalkan lahan yang belum produktif.
“Babinsa hadir bukan sekadar tenaga tambahan, tetapi juga motivator dan pemberi solusi bagi petani. Harapannya, produktivitas meningkat, kesejahteraan petani naik, dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat luas,” tambah Pangdam IM.
Mayjen Joko juga menekankan bahwa ketahanan pangan bukan hanya isu nasional, melainkan kebutuhan mendasar di setiap daerah. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat sangat dibutuhkan.
“Pangan adalah kebutuhan utama. Jika ketersediaan pangan terjamin, maka stabilitas sosial dan ekonomi juga lebih terjaga. TNI melalui Babinsa hadir untuk memastikan program ini berjalan sesuai harapan,” tegasnya.
Ke depan, Kodam IM berkomitmen terus mendorong jajaran Babinsa agar aktif turun ke lapangan, bekerja sama dengan kelompok tani, penyuluh, dan perangkat desa. Dengan begitu, seluruh potensi lahan pertanian di Aceh dapat dimanfaatkan maksimal.
“Pendampingan ini bukan program sesaat, tapi upaya berkelanjutan. Kami ingin setiap desa punya ketahanan pangan yang kuat, sehingga masyarakat tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri, tapi juga bisa menopang rantai pasok pangan nasional,” jelas Pangdam IM.
Mengakhiri keterangannya, Pangdam IM berharap para petani semakin semangat meningkatkan hasil pertanian, sementara generasi muda tidak meninggalkan dunia pertanian, melainkan menjadikannya bagian penting dalam menjaga kedaulatan pangan bangsa.
“Harapan saya, petani di Aceh semakin mandiri, sejahtera, dan mampu menjadi penopang ketahanan pangan nasional. Dengan kerja sama semua pihak, cita-cita besar bangsa dalam menjaga kedaulatan pangan berkelanjutan pasti terwujud,” pungkasnya.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News