Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan. Sejak pagi hari, Babinsa dan warga bahu-membahu mengerjakan pemasangan mal pondasi di sisi seberang sungai. Meski harus bekerja di medan yang cukup menantang, semangat gotong royong yang telah menjadi budaya masyarakat tetap terjaga sehingga seluruh proses pekerjaan dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan tertib.
Widget Artikel Samping
Babinsa Koramil jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara, Serka Musliyadi, mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Perintis saat ini telah memasuki tahap pekerjaan galian pondasi sekaligus pemasangan mal pondasi. Tahapan tersebut merupakan bagian yang sangat penting dalam proses pembangunan karena akan menjadi dasar atau penopang utama konstruksi jembatan.
Menurutnya, pemasangan mal pondasi harus dilakukan secara teliti dan sesuai dengan spesifikasi teknis agar proses pengecoran nantinya menghasilkan pondasi yang kuat, kokoh, dan memiliki daya tahan tinggi sehingga mampu menopang konstruksi jembatan dalam jangka waktu yang lama.
“Kami bersama masyarakat terus berupaya mempercepat setiap tahapan pekerjaan dengan tetap mengutamakan kualitas hasil pembangunan. Pemasangan mal pondasi merupakan bagian penting karena menjadi dasar kekuatan jembatan. Oleh sebab itu seluruh pekerjaan dilakukan secara cermat agar nantinya jembatan benar-benar aman dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam waktu yang lama,” ujar Serka Musliyadi.
Ia menjelaskan bahwa kehadiran Babinsa dalam setiap kegiatan pembangunan di wilayah binaan merupakan bentuk nyata kepedulian TNI Angkatan Darat dalam membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan infrastruktur yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
Selain memberikan bantuan tenaga, Babinsa juga terus memberikan motivasi kepada masyarakat agar tetap menjaga semangat gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas kehidupan masyarakat pedesaan. Menurutnya, sinergi yang baik antara aparat kewilayahan dan masyarakat menjadi modal utama dalam menyukseskan setiap program pembangunan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai dengan rencana, aman, tertib, dan selesai tepat waktu. Kebersamaan antara TNI dan masyarakat merupakan kekuatan yang sangat besar dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi kepentingan bersama. Inilah bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat yang terus kami pelihara,” tambahnya.
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Pinis diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat. Selama ini, warga Desa Lawe Pinis maupun Desa Lawe Ger-Ger masih menghadapi keterbatasan akses transportasi, terutama ketika harus menyeberangi sungai untuk melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.
Keberadaan jembatan nantinya akan mempermudah masyarakat dalam mengangkut hasil pertanian, mempercepat akses menuju sekolah, memudahkan pelayanan kesehatan, serta memperlancar aktivitas perdagangan dan perekonomian masyarakat di kedua desa. Dengan akses yang lebih baik, diharapkan pertumbuhan ekonomi masyarakat juga semakin meningkat seiring lancarnya mobilitas barang dan orang.
Selain memberikan manfaat dari sisi ekonomi, pembangunan jembatan tersebut juga diharapkan mampu mempererat hubungan sosial antarmasyarakat di kedua desa karena akses yang semakin mudah akan mendorong meningkatnya interaksi, kerja sama, dan berbagai aktivitas kemasyarakatan lainnya.
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis ini menjadi salah satu contoh nyata bahwa pembangunan akan lebih cepat terwujud apabila dilaksanakan melalui semangat kebersamaan. Keterlibatan aktif masyarakat bersama Babinsa menunjukkan tingginya rasa kepedulian terhadap kemajuan desa serta kesadaran untuk bersama-sama menjaga dan membangun fasilitas yang nantinya akan dimanfaatkan oleh seluruh warga.
Kodim 0108/Aceh Tenggara sendiri berkomitmen untuk terus mendukung setiap program pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pendampingan yang dilakukan para Babinsa di wilayah binaan merupakan implementasi tugas pembinaan teritorial sekaligus wujud dukungan TNI AD dalam membantu pemerintah daerah mewujudkan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa.
Sementara itu, salah seorang warga Desa Lawe Pinis, Candra (45), mengaku sangat bersyukur atas pembangunan jembatan gantung yang selama ini telah lama dinantikan masyarakat. Menurutnya, kehadiran Babinsa yang selalu turun langsung bekerja bersama warga telah menjadi penyemangat sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dalam menyelesaikan pembangunan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Babinsa dan seluruh pihak yang telah membantu pembangunan jembatan ini. Kehadiran mereka membuat kami semakin bersemangat untuk bergotong royong. Jembatan ini benar-benar sangat kami butuhkan karena akan mempermudah akses menuju desa tetangga, memperlancar kegiatan ekonomi, serta memudahkan anak-anak berangkat ke sekolah maupun masyarakat saat membutuhkan pelayanan kesehatan. Kami berharap pembangunan ini berjalan lancar, cepat selesai, dan segera dapat dimanfaatkan oleh seluruh warga,” ungkap Candra.
Melalui semangat gotong royong yang terus terpelihara antara TNI dan masyarakat, pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Pinis diharapkan dapat selesai sesuai target sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat. Sinergi yang terjalin dengan baik tersebut menjadi bukti bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat bukan sekadar slogan, melainkan diwujudkan melalui kerja nyata demi mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Aceh Tenggara.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News