Perkembangan tersebut diketahui saat Bhabinkamtibmas Polsek Simpang Kiri, Bripka Sukma Hadi, melakukan monitoring tanaman di lahan sisa lumpur banjir di Kampung Selamat, Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (26/1/2026).
Widget Artikel Samping
Kegiatan monitoring ini bertujuan memastikan kondisi pertumbuhan tanaman pascabencana sekaligus mengevaluasi efektivitas pemanfaatan lumpur banjir sebagai media tanam alternatif bagi masyarakat terdampak.
Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan bibit tanaman tumbuh sehat dan subur. Temuan ini memperkuat bahwa lumpur sisa banjir, yang sebelumnya dianggap sebagai material sisa bencana, dapat diolah dan dimanfaatkan secara produktif untuk mendukung kegiatan pertanian skala rumah tangga.
Inovasi tersebut merupakan bagian dari strategi pemulihan pascabencana yang dikembangkan Kapolda Aceh dengan pendekatan berkelanjutan dan berbasis lingkungan. Tujuannya mendorong pemanfaatan potensi lokal agar masyarakat terdampak mampu bangkit dan kembali produktif.
Sebagai bentuk dukungan, Kapolda Aceh juga menyalurkan bantuan benih tanaman serta polibag kepada warga saat berkunjung ke Aceh Tamiang beberapa hari lalu. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat mengelola lahan pertanian dan perkebunan sederhana guna mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana.
Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak boleh berhenti pada fase tanggap darurat semata, tetapi harus berorientasi pada kemandirian masyarakat.
“Kita ingin masyarakat tidak hanya pulih dari bencana, tetapi juga mampu bangkit dan kembali mandiri. Salah satunya dengan memanfaatkan tanah lumpur sisa banjir sebagai media tanam produktif. Ini bisa menjadi model pemulihan ekonomi berbasis lingkungan yang aplikatif dan berkelanjutan bagi wilayah terdampak bencana di Aceh,” ujarnya.(**)
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News