Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update
Baca SelengkapnyaACEH INDEPENDENT, Mataram – Menargetkan lebih dari 145 ribu penonton, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mematangkan berbagai persiapan lintas sektor untuk penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang akan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, The Mandalika, Lombok Tengah, NTB.
Persiapan tersebut menjadi penting seiring semakin besarnya skala dan dampak Pertamina Grand Prix of Indonesia. Pada 2025, event ini mencatat multiplier effect ekonomi nasional sebesar Rp4,96 triliun, mendorong aktivitas ekonomi lebih dari 600 UMKM, menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja lokal, serta menghadirkan 140.324 penonton selama tiga hari penyelenggaraan.
Penguatan koordinasi dilakukan melalui Rapat Koordinasi dan Kick Off persiapan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mataram, Rabu (12/8). Pertemuan melibatkan unsur pemerintah pusat dan daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), ITDC Group, BUMN/BUMD, instansi vertikal, asosiasi industri pariwisata, serta berbagai stakeholder terkait.
Koordinasi lintas sektor mencakup kesiapan keamanan dan ketertiban, transportasi dan mobilitas, infrastruktur, kesehatan, akomodasi, promosi pariwisata, hingga pelibatan dan pemberdayaan masyarakat. Langkah bertujuan untuk memastikan penyelenggaraan event internasional tidak hanya berjalan aman dan lancar, tetapi juga mampu memperluas manfaat ekonomi dan pariwisata bagi masyarakat NTB.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan bahwa Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 merupakan agenda strategis yang membutuhkan kolaborasi dari seluruh stakeholder. Menurutnya, pengembangan The Mandalika dan penyelenggaraan MotoGP telah menjadi bagian dari ekosistem yang ikut mendorong aktivitas ekonomi di NTB, melalui keterhubungan dengan sektor pariwisata, UMKM, akomodasi, transportasi, serta berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.
“Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 merupakan momentum penting bagi NTB. Pengembangan The Mandalika dan penyelenggaraan MotoGP telah ikut mendukung pertumbuhan ekonomi NTB dan memberikan dampak terhadap berbagai sektor, termasuk pariwisata dan ekonomi masyarakat. Pertumbuhan ekonomi NTB yang mencapai 13,64 persen pada Triwulan I 2026 menunjukkan bahwa NTB menjadi salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi secara nasional. Karena itu, kami akan terus memperkuat kolaborasi agar penyelenggaraan event ini semakin memberikan manfaat dan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat NTB,” ujar Lalu Muhamad Iqbal.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi NTB pada Triwulan I 2026 tumbuh 13,64 persen secara tahunan (year-on-year), menempatkan NTB sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua secara nasional. Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator positif perkembangan aktivitas ekonomi di NTB, di tengah penguatan ekosistem pariwisata dan event internasional di wilayah tersebut.
Sejalan dengan itu, kajian Bappenas bertajuk “MotoGP Mandalika 2025: Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata” memperkirakan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025 memberikan tambahan nilai tambah bruto sebesar Rp0,88–1,21 triliun bagi perekonomian NTB, atau setara 0,47–0,63 persen terhadap PDRB NTB 2025. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan event internasional di The Mandalika memiliki keterkaitan dengan aktivitas ekonomi yang lebih luas di daerah.
Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menegaskan, skala dan dampak Pertamina Grand Prix of Indonesia menjadikan event ini bukan sekadar ajang balap level global, tetapi juga sebagai momentum strategis memperkuat daya tarik The Mandalika sebagai destinasi sport tourism kelas dunia, membangun ekosistem motorsport nasional, serta menghadirkan kebanggaan Indonesia di panggung internasional.
Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia turut memperkuat eksistensi The Mandalika di panggung internasional, sebagai destinasi sport tourism unggulan Indonesia. Kehadiran event balap kelas dunia tersebut sekaligus membawa nama Mandalika semakin dikenal di dunia.
“Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 bukan hanya tentang menghadirkan balapan kelas dunia di Indonesia. Momentum ini juga menjadi bagian dari perjalanan membangun ekosistem motorsport nasional dan membuka ruang bagi talenta Indonesia untuk tumbuh serta bersaing di level dunia. Tahun ini menjadi semakin istimewa dengan Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama yang membawa nama Indonesia di kejuaraan dunia. Kami ingin momentum ini menjadi sumber kebanggaan sekaligus inspirasi bagi generasi muda Indonesia,” ujar Ahmad Fajar.
Semangat tersebut semakin kuat dengan kiprah dua talenta Indonesia, Mario Suryo Aji yang berkompetisi di Moto2 World Championship dan Veda Ega Pratama di Moto3 World Championship. Kehadiran keduanya menjadi representasi semangat The Rise of Indonesian Heroes yang menjadi salah satu pesan utama Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
Sementara itu, Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sekaligus Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menyampaikan, persiapan penyelenggaraan terus dimatangkan melalui koordinasi intensif bersama seluruh stakeholder. Koordinasi mencakup berbagai aspek yang saling terintegrasi, mulai dari kesiapan di Pertamina Mandalika International Circuit hingga dukungan mobilitas, keamanan, infrastruktur, kesehatan, akomodasi, dan pelayanan bagi penonton.
Pada aspek mobilitas, antara lain dipersiapkan kebutuhan 130 unit shuttle bus di dalam kawasan The Mandalika, serta dukungan transportasi pada jalur Selaparang–Bandara Internasional Lombok–The Mandalika. Koordinasi juga mencakup pengamanan mobilitas penonton dan area event, kesiapan layanan medis race dan non-race, infrastruktur jalan, penguatan promosi destinasi, hingga sinkronisasi Satgas Gabungan yang melibatkan unsur keamanan, penanggulangan bencana, kesehatan, dan kebersihan.
“Dengan waktu penyelenggaraan yang semakin dekat, fokus kami adalah memastikan seluruh aspek persiapan berjalan selaras. Kesiapan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 tidak hanya mencakup area sirkuit, tetapi juga mobilitas, keamanan, infrastruktur, kesehatan, akomodasi, hingga pelayanan kepada masyarakat dan pengunjung. Melalui koordinasi ini, kami ingin memastikan seluruh pihak bergerak bersama menuju penyelenggaraan pada 9–11 Oktober 2026,” ujar Troy Warokka.
Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 juga akan menghadirkan pengalaman yang lebih luas bagi penonton melalui konsep “Beyond Grand Prix, Discover Paradise”, yang mengintegrasikan pengalaman menyaksikan balapan dengan daya tarik pariwisata The Mandalika. Sejumlah program telah dan akan dilaksanakan menuju weekend race, mulai dari Meet & Greet bersama pebalap Indonesia, Watch Parties, Riders Goes to School, hingga Riders Parade.
Pada periode penyelenggaraan, berbagai pengalaman juga dipersiapkan di kawasan The Mandalika, antara lain Camping Experience, Circuit Lounge, Refined UMKM Area, dan Culinary Experience. Pelibatan masyarakat lokal turut diperkuat melalui partisipasi UMKM, program kebersihan bersama, Students Go to Paddock, serta berbagai aktivitas yang diarahkan untuk memperluas manfaat penyelenggaraan bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTB, pemerintah kabupaten/kota, ITDC, MGPA, BUMN/BUMD, aparat keamanan, pelaku industri pariwisata, serta berbagai stakeholder lainnya, Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 diharapkan dapat terselenggara dengan aman dan sukses sekaligus memberikan dampak ekonomi yang semakin luas. Lebih dari itu, penyelenggaraan event ini diharapkan semakin memperkuat posisi The Mandalika sebagai destinasi sport tourism unggulan Indonesia di tingkat global.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News






