Assalamualaikum Wr. Wb. Kami keluarga besar alumni Pondok Pesantren Nurul Ulum berduka atas berpulangnya ke rahmatullah Abi Ramli Kede Gerobak, pada pukul 10.00 WIB di Rumah Sakit Zubir Mahmud. Al-Baqa’u lillah. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu. Semoga Allah menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya. Asyoe syurga Abi tanyoe. Amin.
Berita duka ini mengingatkan saya pada kenangan lebih dari dua dekade silam, saat menjadi santri di bawah bimbingan beliau di Pesantren Nurul Ulum, sekitar tahun 2000 hingga 2002. Abi Ramli bukan hanya seorang guru, tapi juga pembimbing ruhani yang sabar, bijak, dan penuh kasih.
Kala itu, Aceh masih dilanda konflik antara TNI dan GAM. Suasana di luar pesantren sering mencekam, suara raungan kendaraan tempur dan letusan senjata menjadi hal biasa kami dengar dari dalam asrama. Namun, di tengah suasana genting itu, Abi Ramli tetap hadir menanamkan ketenangan dan keikhlasan pada para santri.
Saya masih mengingat jelas suatu ketika saya bertanya kepada Abi di kelas,
“Abi, adakah ilmu untuk menghilang sehingga kita tak terlihat orang?”
Dengan senyum lembut, beliau menjawab,
“Ada, dan itu terdapat dalam Al-Qur’an. Jika kamu mau mengamalkannya, ada ayatnya.”
Beliau kemudian menjelaskan makna Surat Al-An’am ayat 103:
لَا تُدْرِكُهُ الْاَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْاَبْصَارَۚ وَهُوَ اللَّطِيْفُ الْخَبِيْرُ
“Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu, dan Dialah Yang Mahahalus lagi Mahateliti.”
Abi menerangkan bahwa ayat ini bukan sekadar tentang “menghilang” secara fisik, melainkan tentang bagaimana Allah Maha Melihat dan manusia harus berusaha menundukkan pandangan lahir dan batin kepada-Nya.
Dengan penuh semangat, saya mengikuti amalan yang Abi ajarkan. Dalam satu minggu, saya mencoba melakukannya sesuai bimbingan beliau. Ajaibnya, saya merasakan seolah-olah orang di sekitar tidak mempedulikan kehadiran saya seakan saya tak terlihat. Pengalaman spiritual itu semakin meneguhkan keyakinan saya terhadap kedalaman ilmu dan keikhlasan Abi Ramli.
Kini, beliau telah berpulang. Namun, nasihat, ilmu, dan keteladanan beliau akan selalu hidup di hati para murid dan alumni Nurul Ulum.
Selamat jalan, Abi Ramli. Semoga Allah SWT menerima segala amal baikmu, mengampuni dosamu, dan menempatkanmu di tempat yang paling mulia di sisi-Nya.
Allahummaghfirlahu, warhamhu, wa’fihi, wa’fu ‘anhu.






