Jakarta – Polemik mengenai sumber anggaran pengadaan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah menjadi perhatian publik. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mengetahui secara rinci apakah pembelian ribuan sapi kurban tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sembari menyatakan akan mengecek informasi lebih lanjut.
Pernyataan itu disampaikan Purbaya saat dimintai tanggapan oleh awak media mengenai pemberitaan penggunaan dana negara dalam pengadaan hewan kurban Presiden. Menurutnya, mekanisme bantuan tersebut kemungkinan besar berada di bawah koordinasi Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), sehingga penjelasan lebih rinci sebaiknya dikonfirmasi langsung kepada Menteri Sekretaris Negara.
“Saya belum cek soal itu, nanti saya lihat dulu. Kemungkinan dari Sekretariat Negara, coba tanya ke Mensesneg,” demikian tanggapan Purbaya ketika dimintai keterangan.
Pernyataan Menteri Keuangan tersebut memicu beragam respons publik terkait penggunaan APBN dalam program bantuan presiden, khususnya pada momentum keagamaan seperti Iduladha. Namun di sisi lain, sejumlah kalangan menilai kebijakan itu bukan hal baru dalam tata kelola pemerintahan Indonesia.
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso, menilai penggunaan anggaran negara untuk program bantuan presiden, termasuk penyaluran sapi kurban, merupakan praktik yang lazim dan telah berlangsung sejak masa pemerintahan presiden-presiden sebelumnya. Menurutnya, program bantuan kepala negara tidak terbatas pada kegiatan sosial tertentu, melainkan mencakup berbagai sektor yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa bantuan presiden selama ini hadir dalam bentuk yang beragam, mulai dari dukungan pendidikan, pelayanan kesehatan, pembangunan fasilitas publik, hingga bantuan sosial yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.
Dalam konteks Iduladha, kata Sugiat, bantuan sapi kurban presiden dapat dipandang sebagai bentuk kepedulian negara terhadap masyarakat sekaligus sarana mempererat hubungan sosial-keagamaan di tengah masyarakat. Program tersebut juga dinilai memberi dampak ekonomi positif, terutama bagi peternak lokal yang menjadi pemasok hewan kurban.
Sementara itu, Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menyalurkan sebanyak 1.098 ekor sapi kurban pada Iduladha 1447 Hijriah. Hewan kurban tersebut dibagikan ke berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari program bantuan presiden.
Menurut Juri, sapi-sapi tersebut dibeli dari peternak lokal dengan menggunakan Dana Bantuan Presiden yang bersumber dari APBN. Penyalurannya mencakup 522 daerah di seluruh Indonesia serta sekitar 500 lembaga sosial dan keagamaan.
Ia menjelaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan membantu masyarakat memperoleh hewan kurban pada momentum Iduladha, tetapi juga menjadi langkah strategis pemerintah dalam mendukung pertumbuhan industri peternakan nasional.
Dengan membeli sapi langsung dari peternak dalam negeri, pemerintah berharap roda ekonomi di sektor peternakan dapat bergerak lebih aktif. Permintaan hewan kurban dalam jumlah besar diyakini mampu meningkatkan pendapatan peternak, menjaga stabilitas usaha peternakan rakyat, dan memperkuat ekosistem pangan nasional.
Di tengah perbincangan mengenai penggunaan APBN, sejumlah pengamat juga melihat bahwa transparansi anggaran tetap menjadi aspek penting agar publik memahami mekanisme penggunaan dana negara, termasuk program bantuan presiden yang telah berlangsung lintas pemerintahan.
Karena itu, penjelasan resmi dari kementerian terkait dinilai penting untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai alokasi, mekanisme pengadaan, hingga tujuan sosial-ekonomi dari program bantuan sapi kurban Presiden Prabowo pada Iduladha tahun ini.
Perdebatan mengenai penggunaan APBN untuk bantuan kurban presiden pun diperkirakan masih akan menjadi perhatian publik. Namun satu hal yang tak terbantahkan, program tersebut telah menghadirkan ribuan hewan kurban yang tersebar ke berbagai wilayah Indonesia dan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi para peternak lokal.(**)






