Mobil Dinas Camat Pantan Cuaca Hanyut Diseret Banjir di Gayo Lues

Widget Artikel Samping

Tujuh Muda-Mudi Pesta Miras dan Seks Diserahkan ke Kejari

Baca Selengkapnya

Gayo Lues – Sebuah video yang memperlihatkan satu unit mobil dinas hanyut terseret derasnya arus sungai di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, mendadak viral di media sosial pada Kamis, 1 Januari 2026. Peristiwa tersebut menyita perhatian publik karena kendaraan yang terbawa banjir diketahui merupakan mobil dinas milik Camat Pantan Cuaca.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Gayo Lues, Muhaimin, membenarkan insiden tersebut. Namun ia meluruskan informasi yang beredar di tengah masyarakat. Menurutnya, mobil dinas itu bukan sedang digunakan atau dikendarai saat musibah terjadi.

Bacaan Lainnya

“Mobil tersebut dalam kondisi terparkir, bukan sedang dipakai. Kejadiannya murni akibat bencana alam,” ujar Muhaimin saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, mobil dinas Camat Pantan Cuaca telah terjebak di jalur Kecamatan Pantan Cuaca sejak 26 November 2025 lalu. Saat itu, bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor memutus total akses jalan di wilayah tersebut, sehingga kendaraan tidak dapat dievakuasi keluar dari lokasi.

Sejak terjebak hampir lebih dari satu bulan, pihak BPBK bersama warga setempat sebenarnya telah berulang kali berupaya mengevakuasi mobil tersebut dari zona rawan banjir. Namun upaya tersebut selalu terkendala kondisi alam yang ekstrem.

“Aliran air sangat deras dan berlumpur. Di sekitar lokasi juga terdapat tumpukan batang-batang kayu besar yang terbawa banjir,” jelas Muhaimin.

Selain itu, kondisi infrastruktur di sekitar lokasi semakin memperparah keadaan. Badan jalan di depan dan belakang mobil mengalami longsor dan amblas, sementara jembatan penghubung di jalur tersebut telah lebih dulu terputus, sehingga tidak ada akses aman untuk memindahkan kendaraan.

“Mobil itu tidak bisa lewat ke mana-mana. Di depan dan belakangnya longsor, badan jalan amblas, dan jembatan sudah putus. Secara teknis sangat berisiko jika dipaksakan,” tambahnya.

Puncak bencana terjadi pada 1 Januari 2026, ketika hujan lebat kembali mengguyur hampir seluruh wilayah Gayo Lues. Curah hujan tinggi menyebabkan Sungai Tripe meluap secara tiba-tiba. Arus banjir yang semakin besar akhirnya merobohkan sisa jembatan di lokasi tersebut dan menyeret mobil dinas yang terparkir hingga hanyut terbawa arus sungai.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun peristiwa tersebut menjadi gambaran nyata betapa seriusnya dampak bencana hidrometeorologi yang melanda Gayo Lues dalam beberapa bulan terakhir, tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mengakibatkan kerugian aset pemerintah.

BPBK Gayo Lues mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan longsor, mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi sewaktu-waktu.(**)

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait