Mualem Kecam Pengeroyokan Warga Aceh di Polda Metro Jaya, Minta Kapolri Turun Tangan

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), saat menjenguk korban pengeroyokan warga Aceh di Jakarta Selatan, sekaligus menyampaikan kecaman keras dan mendesak Kapolri mengusut tuntas kasus tersebut.
Widget Artikel Samping

Tujuh Muda-Mudi Pesta Miras dan Seks Diserahkan ke Kejari

Baca Selengkapnya

JAKARTA — Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, mengecam keras aksi pengeroyokan terhadap seorang warga asal Kota Langsa yang terjadi di lingkungan Polda Metro Jaya. Insiden tersebut dinilai sangat mencederai rasa keadilan, terlebih karena berlangsung di institusi penegak hukum yang seharusnya menjadi tempat perlindungan masyarakat.

Kecaman itu disampaikan Mualem usai menjenguk langsung korban di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, Senin (30/3/2026). Ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan tersebut tidak dapat ditoleransi dalam kondisi apa pun.

Bacaan Lainnya

“Atas nama Pemerintah Aceh dan seluruh rakyat Aceh, saya mengecam keras aksi ini,” ujar Mualem.

Menurutnya, kejadian pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh sekelompok preman bayaran tersebut menunjukkan adanya kelalaian serius. Ia mempertanyakan bagaimana aksi brutal itu bisa terjadi di dalam kantor kepolisian tanpa adanya pencegahan.

“Kantor polisi adalah tempat masyarakat mencari perlindungan. Jika kejadian seperti ini bisa terjadi, patut dipertanyakan pengawasannya,” tegasnya.

Mualem juga mendesak Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk memberikan perhatian khusus terhadap kasus tersebut. Ia meminta agar seluruh pelaku, termasuk aktor intelektual dan oknum aparat jika terbukti terlibat, diproses secara hukum tanpa pandang bulu.

“Kami berharap Kapolri memberikan atensi serius, menindak tegas para pelaku hingga ke aktor intelektual, termasuk jika ada oknum aparat yang terlibat,” katanya.

Lebih lanjut, Mualem mengingatkan bahwa penanganan kasus yang tidak transparan dan tegas berpotensi menurunkan kepercayaan publik, khususnya masyarakat Aceh terhadap institusi kepolisian.

Selain itu, ia juga meminta agar korban mendapatkan perlindungan maksimal, serta menjamin keamanan para saksi selama proses hukum berlangsung. Ia turut mengajak tokoh-tokoh Aceh yang berada di Jakarta untuk mengawal jalannya kasus ini.

“Jika tidak dituntaskan, kejadian ini dapat menimbulkan rasa takut bagi warga Aceh di perantauan,” pungkasnya.

Sebelumnya, insiden pengeroyokan terjadi pada Rabu (26/3/2026) di ruang RPK PPA Polda Metro Jaya. Korban berinisial FA, warga asal Langsa, tengah menghadiri agenda konfrontasi didampingi kuasa hukumnya.

Namun secara tiba-tiba, korban diserang oleh sekelompok orang yang diduga preman bayaran dengan jumlah lebih dari 20 orang. Aksi kekerasan tersebut disebut terjadi di hadapan aparat yang berada di lokasi.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka memar di bagian kepala dan tubuh, hingga harus menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Jakarta Selatan. Kasus ini kini telah dilaporkan ke pihak kepolisian dan tengah dalam proses penanganan.(**)

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait