ACEHINDEPENDENT.COM, Nasib motor manual di tengah gempuran metik, “Dulu waktu saya menggunakan motor ini, orang-orang di sekitar selalu menoleh. Sekarang? Jangan kan melihat, peduli pun tidak,” ujar Ida, pemilik Yamaha Vixion yang kini mulai merasakan perubahan tren di jalanan.
Pernyataan sederhana itu menggambarkan perubahan besar di dunia otomotif roda dua Indonesia. Jika dulu motor manual seperti Yamaha Vixion, Honda CB, atau Suzuki Satria menjadi simbol gaya dan kecepatan, kini popularitasnya mulai redup diterpa gelombang motor metik dari berbagai merek.
Motor metik dinilai lebih praktis dan mudah dikendarai, terutama di tengah padatnya lalu lintas perkotaan. Tak heran jika banyak pengguna motor manual beralih ke metik demi kenyamanan dan efisiensi.
Namun, bagi sebagian penggemar sejati motor manual, suara mesin dan sensasi perpindahan gigi masih memiliki daya tarik tersendiri. “Ada kenikmatan tersendiri saat memainkan kopling dan gas. Rasanya seperti benar-benar mengendarai motor,” tambah Ida dengan senyum nostalgis.
Nasib motor manual, Meski kini pamornya mulai memudar, motor manual tetap memiliki tempat di hati para pencinta kecepatan dan penggemar otomotif sejati. Mereka yang tumbuh bersama deru mesin Vixion atau Megapro, tentu memahami bahwa di balik gempuran motor metik, masih ada jiwa dan karakter yang sulit tergantikan.






