Polda Aceh mengerahkan sebanyak 1.820 personel untuk mengamankan jalannya muzakarah sekaligus memastikan para ulama, tamu undangan, dan masyarakat dapat mengikuti seluruh rangkaian acara dengan aman dan nyaman.
Widget Artikel Samping
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto mengatakan bahwa pengamanan tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, serta mendukung kelancaran kegiatan keagamaan yang mempertemukan ulama dan berbagai unsur masyarakat.
“Polda Aceh siap hadir untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kami ingin para ulama, tamu undangan, serta masyarakat dapat mengikuti kegiatan ini dengan nyaman, tanpa merasa khawatir terhadap gangguan keamanan,” ujar Joko dalam rilisnya seusai pembukaan muzakarah tersebut.
Ia menjelaskan, pengamanan muzakarah ini mengedepankan pendekatan humanis, sikap santun, serta kesiapsiagaan personel dalam mengantisipasi potensi gangguan selama kegiatan berlangsung.
Menurutnya, pengamanan kegiatan yang melibatkan ulama dari berbagai negara memerlukan kesiapan personel dan koordinasi yang baik agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan sesuai rencana.
“Kami dari Polda Aceh, dengan dukungan TNI dan unsur terkait lainnya, berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Melalui pengamanan yang profesional dan humanis, kami berharap kegiatan Muzakarah Internasional ini dapat berlangsung dalam suasana damai, penuh kekhusyukan, dan membawa manfaat bagi umat,” tambahnya.
Joko juga mengajak seluruh pihak yang terlibat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan memelihara situasi yang kondusif selama kegiatan muzakarah internasional ini berlangsung.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News