Kegiatan ini telah berlangsung pada 6-7 Juni 2026 lalu di Menasah Gampong Lheu Blang, Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar.
Widget Artikel Samping
Kegiatan ini diketuai oleh Silvia Wagustina, S.ST bersama tim pengabdian kepada masyarakat yang terdiri dari Eva Fitriyaningsih, STP., M.Si dan Rosi Novita, S.P, M.Kes serta mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Aceh. Sebanyak 47 peserta yang terdiri dari ibu balita dan kader Posyandu mengikuti kegiatan ini dengan antusias selama dua hari.
Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita serta kader posyandu dalam mengolah PMT berbahan ikan lokal yang mudah didapatkan. Kader posyandu diharapkan dapat mendampingi ibu balita, sementara para ibu mampu menyiapkan PMT yang tepat untuk memenuhi kebutuhan gizi dan mencegah stunting.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pemaparan materi mengenai pentingnya PMT untuk mendukung pertumbuhan balita ketika makanan utama belum mencukupi. Ikan lokal dipilih karena kaya protein yang mudah dicerna dan diolah.
“Melalui pemberian PMT dengan memanfaatkan ikan lokal sebagai sumber protein, disertai dengan kemampuan ibu mengolah ikan sebagai PMT yang dapat diterima oleh balita maka diharapkan akan dapat memperbaikii status gizi mencegah terjadinya stunting pada balita,” jelas Silvia.
Selain teori, peserta juga mengikuti praktik langsung mengolah ikan lokal menjadi makanan selingan kesukaan anak, seperti bakso ikan sayur, bubur ikan labu kuning, perkedel ikan kentang, serta bubur ikan wortel.
Ketua Tim Pengabdian yang juga menjabat sebagai Ketua Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Aceh ini mengapresiasi dukungan kader posyandu dan Keuchik Gampong Lheu Blang. Kegiatan ini merupakan wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam mengimplementasikan ilmu kepada masyarakat.
Di akhir acara, tim melakukan evaluasi untuk mengukur tingkat pemahaman peserta terhadap materi edukasi dan pemanfaatan ikan lokal.
Para peserta menyambut baik kegiatan ini karena mendapat wawasan baru, mengingat sebelumnya mereka jarang memanfaatkan ikan lokal untuk PMT karena belum mengetahui cara pengolahan yang aman untuk balita.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News