BIREUEN – Forum Mahasiswa dan Pemuda Aceh (Formapa) di Asrama Blimbing Bandung Jawa Barat, ikut turun menjadi relawan Bencana Hidrometeorologi yang melanda Aceh pada 26 November 2026 lalu.
Sejak tanggal 3 Des, tim relawan memasuki nanggroe Aceh melalui Banda Aceh, membawa amanah dan bantuan logistik dan uang yang akan didistribusikan pada posko bencana dan warga yang dapat ditemui di daerah dampak bencana.
Demikian keterangan salah satu relawan, Gufron, yang bertemu redaksi, kemarin, Senin (29-12-2025).
“Ya, kami sudah di Aceh selama 25 hari, insya Allah tugas ini kami selesaikan sampai akhir bulan Desember ini”, ujar Gufran.
Pada awalnya, kami pulang ke Aceh, hanya untuk memastikan orangtua dan keluarga di Aceh dalam kondisi selamat dan aman. Saya sendiri dari Peudada Bireuen, yang masuk berdampak berat akibat banjir bandang tersebut, tambahnya.
Dari keterangan relawan, kedatangan relawan ini mendapat amanah langsung dari Ketua Umum Keluarga Masyarakat Aceh Bandung (Kamaba), Zulmauli. Sumbangan dari masyarakat Aceh di Bandung yang sudah mengumpulkan dana maupun barang kebutuhan lainnya. Sumbangan juga diberikan oleh perusahaan Biofarma Bandung, Yayasan & DKM Mesjid Al-qohhar Mutiara Pluit di Jakarta Utara, Fomaja dan sumbangan donatu lainnya.
“Alhamdulillah, saya mendapat kabar, relawan yang kami beri amanah (Formapa) dari asrama mahasiswa Aceh di Bandung, telah mendistribusikan bahan logistik dan Uang untuk sedikit meringankan saudara-saudara kita yang terkena musibah dan juga berdampak banjir bandang disana”, tutur Dr Said Aziz, yang juga Ketua DKM Mesjid Jami’ Al-Gohhar, Jakut.
“Kami juga merasakan duka cita mendalam, seperti yang dirasakan saudara-saudara kita di Aceh atau dibelahan pulau Sumatra lainnya akibat bencana banjir ini”.
Saya teringat, hal yang sama telah kita alami pada musibah Tsunami 21 tahun lalu, yang juga menghancurluluhkan rumah dan infrastruktur. Termasuk 15 rumah sanak keluarga saya di kampung pande Banda Aceh, urai Said Aziz.
Semoga, bencana ini dapat dilalui dan membuat kita lebih kuat, serta lebih dekat dengan Sang Pencipta, pungkas mantan peneliti pada Badan Geologi ini.
Dalam beberapa hari terakhir ini, relawan Formapa Bandung ini, akan melanjutkan mengantara bantuan logistik kepada posko-posko bencana yang ada di beberapa titik, dan jika memungkinkan langsung pada warga terdampak, sebut Gufran.
Setelah menembus Takengon (Posko Paya Tumpi) pekan lalu, dan beberapa hari di kabupaten Bireuen (Posko Alue Limeng, dan Posko Sirong), kami lanjutkan ke daerah Ranto Panyang Aceh Utara, dan beberapa desa di Aceh Timur (Gampong Sah Raja, Pante Bidari) hingga ke Aceh Tamiang, tutup Gufran.(*)






