ACEH INDEPENDENT, VANCOUVER – Mohamed Salah menginspirasi Mesir meraih kemenangan pertama mereka sepanjang sejarah Piala Dunia setelah bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Selandia Baru 3-1 pada Minggu. Penampilan gemilang di babak kedua membawa Mesir ke puncak Grup G dan meningkatkan peluang mereka lolos ke fase gugur.
Setelah tampil relatif tenang di babak pertama dan tertinggal saat turun minum, Mesir dan Salah meningkatkan intensitas permainan pada paruh kedua. Winger berusia 34 tahun itu kembali menunjukkan bahwa ia masih mampu menciptakan keajaiban di lapangan.
“Ini pencapaian besar bagi semua pemain. Ini kemenangan besar. Suasananya luar biasa. Pertandingan berikutnya sangat penting,” kata Salah.
Mesir, yang bermain imbang 1-1 melawan Belgia pada laga pembuka, kini memimpin Grup G dengan empat poin dari dua pertandingan. Sementara itu, Selandia Baru yang sebelumnya bermain imbang 2-2 dengan Iran berada di dasar klasemen dengan satu poin. Belgia dan Iran sama-sama mengoleksi dua poin setelah bermain imbang tanpa gol.
Strategi Selandia Baru pada babak pertama terbukti efektif. Mereka memainkan bola-bola panjang saat diperlukan dan menjaga penguasaan bola ketika memungkinkan. Bek Finn Surman membuka keunggulan melalui tendangan sudut setelah lepas dari kawalan Ahmed Fatouh dan menyundul bola dengan keras ke gawang.
Meski Callum McCowatt sempat mengancam lebih awal, Mesir meningkatkan tekanan setelah jeda dan berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-58 melalui Mostafa Zico yang menyundul umpan silang Mohamed Hany dari sisi kanan.
Salah kemudian memberikan apa yang ditunggu para penonton sembilan menit berselang. Ia bergerak dari sisi kanan, melakukan kombinasi satu-dua dengan Zico sebelum melepaskan tembakan ke sudut jauh gawang untuk membawa Mesir berbalik unggul.
Salah hampir mencetak gol keduanya pada menit ke-81 ketika tembakannya yang sempat berubah arah melambung tipis di atas mistar. Namun dari sepak pojok yang dihasilkan, ia mencatatkan assist untuk gol Mahmoud Trezeguet yang menanduk bola di tiang dekat.
Selandia Baru berusaha keras memperkecil ketertinggalan. Di sisi lain, Hossam Abdelmaguid harus ditarik keluar pada akhir pertandingan karena diduga mengalami gegar otak, dengan matanya terlihat membengkak saat meninggalkan lapangan.
Ketika peluit panjang dibunyikan pada menit ke-100, sorak-sorai keras dari para pendukung Mesir menggema di stadion. Salah dan rekan-rekannya pun mencatat sejarah dengan kemenangan pertama Mesir di Piala Dunia, sementara pelatih Hossam Hassan mengelilingi stadion sambil membawa bendera Mesir.
“Perasaan saya sama seperti rakyat Mesir karena saya adalah bagian dari mereka. Saya mencintai mereka, baik yang datang ke sini maupun yang menyaksikan dari Mesir,” ujar Hassan.
“Stadion terasa seperti berada di Mesir. Para pendukung membuat kami merasa seolah bermain di kandang sendiri, dan saya mengatakan kepada para pemain, ‘Kita bermain di Mesir.’ Stadion ini penuh seperti Stadion Kairo.”
Bagi Selandia Baru, ini menjadi kali kedua secara beruntun mereka gagal mempertahankan keunggulan setelah sebelumnya dua kali disamakan Iran dalam hasil imbang 2-2. Kali ini, kegagalan tersebut berujung kekalahan akibat magis yang ditunjukkan Salah.
“Saya pikir kami mampu menahan mereka dengan cukup baik, tetapi mereka memiliki kualitas di seluruh lini,” kata kapten Selandia Baru, Chris Wood.
“Anda tidak bisa hanya fokus pada satu pemain. Salah bisa mencetak gol kapan saja dan dia membuktikannya.”
“Dia pemain hebat, jadi Anda harus selalu mengawasinya. Namun ada banyak pemain lain di tim itu yang juga menciptakan masalah dan akhirnya mereka juga mencetak gol.”
Selandia Baru akan menutup fase grup dengan menghadapi Belgia di Vancouver, sementara Mesir akan melawan Iran dalam pertandingan terakhir yang akan menentukan perebutan tiket ke babak 32 besar.







