Peristiwa tersebut terjadi ketika korban AS berangkat dari Ilekma menuju Mbua dengan membawa bahan kebutuhan pokok dan sembilan orang penumpang. Sekitar pukul 08.30 WIT, rombongan diduga mengalami penghadangan oleh kelompok bersenjata di kawasan Habema.
Widget Artikel Samping
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., saat diwawancarai, Rabu (16/9) menjelaskan, laporan awal diterima dari masyarakat yang merupakan penumpang angkutan lajuran. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi hingga malam hari.
Pada malam hari pihaknya melakukan penyisiran, namun karena kabut tebal, posisi kendaraan belum ditemukan dan hanya mendapati sisa barang penumpang yang tertinggal.
Pada Rabu (16/9/2026) pagi, Satgas Koops TNI Habema melanjutkan penyisiran dan menemukan kendaraan di bibir jurang sedalam 13 meter dalam kondisi hangus terbakar beserta korban di dalamnya.
Petugas gabungan langsung melakukan olah TKP, pengamanan perimeter, serta menemukan jenazah korban yang mengalami karbonisasi, satu selongsong amunisi kaliber 5,56 mm, dan tas berisi identitas korban.
Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Wamena untuk visum luar sebelum diserahkan kepada pihak keluarga, sementara penyelidikan untuk mengungkap pelaku terus berjalan.
Pihak kepolisian masih mendalami informasi dugaan keterlibatan kelompok tertentu seperti Kodap III Ndugama serta menegaskan bahwa kabar yang menyebut korban sebagai anggota intelijen adalah hoaks karena korban telah bekerja sebagai sopir selama 13 tahun.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas utama dan penegakan hukum akan dilakukan secara profesional serta terukur.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan sinergi aparat keamanan terus dijaga dan mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News