Satu Nama Satu Tekad: Dukungan Warga Abdya – Pidie Jaya Kian Kokoh, Kedatangan T. Rival Amiruddin Disambut Meriah oleh Warga di Banda Aceh

Kiri: Arjuna Putra, SE (Tokoh Abdya), Tengah: T. Rival Amiruddin (Ketua DPW PSI Aceh) dan Kanan: Arjuna Fahlevi (Tokoh Pidie Jaya)
Widget Artikel Samping

Tujuh Muda-Mudi Pesta Miras dan Seks Diserahkan ke Kejari

Baca Selengkapnya

BANDA ACEH – Semangat persatuan yang dibawa dua wilayah besar, Abdya dan Pidie Jaya, kian terasa nyata dan meluas. Sosok yang menjadi harapan bersama dan dikenal luas dengan sebutan akrab serta bermakna “Arjuna”, T. Rival Amiruddin, mendapat sambutan luar biasa dan penuh semangat saat baru saja tiba di Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, pada Minggu 31 Mei 2026.

Ratusan warga, tokoh masyarakat, simpatisan, pendukung, dan juga perwakilan dari kalangan mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) telah menunggu sejak lama di lokasi, berkumpul menyambut kedatangannya dengan suka cita, sekaligus menegaskan dukungan penuh yang telah disepakati bersama lewat naungan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Bacaan Lainnya

Kedatangan ini menjadi momen istimewa dan bukti nyata bahwa kepercayaan yang tumbuh tidak hanya terbatas pada daerah asal atau wilayah terdekat saja, melainkan telah menyebar luas hingga ke ibu kota provinsi, bahkan merangkul beragam unsur masyarakat Aceh.

Sejak pesawat mendarat dan bergerak menuju tempat pemberhentian, suasana sudah dipenuhi tepuk tangan, teriakan semangat, dan ucapan dukungan yang bergema kencang. Begitu melangkahkan kaki keluar dari pintu kedatangan, T. Rival Amiruddin langsung dikepung kerumunan yang ingin bersalaman, berbicara, sekadar menyapa, atau menyaksikan langsung sosok yang dianggap jawaban atas harapan kemajuan bersama.

Dukungan yang menyatukan warga Abdya dan Pidie Jaya dengan semboyan kuat “Satu Nama Arjuna, Satu Tekad”, kini makin kokoh dan lengkap karena turut disambut serta didukung sepenuhnya oleh para tokoh dan anggota kalangan mantan kombatan GAM, serta masyarakat luas Banda Aceh yang kini turut masuk dalam barisan pendukung. Bagi semua pihak yang bersatu ini, julukan Arjuna bukan sekadar nama panggilan, melainkan lambang pemimpin gagah berani, bijaksana, teguh pada kebenaran, dekat dengan rakyat, dan mengerti sejarah serta perjuangan tanah air, persis seperti teladan yang diharapkan mampu membawa perubahan nyata, damai, dan kemajuan berkelanjutan.

Perwakilan dari kalangan mantan kombatan GAM yang hadir secara khusus menyampaikan pernyataan sikap dan dukungan tegas. “Kami telah mengikuti, melihat, dan meneliti perjalanan, cara berpikir, dan cara bekerja T. Rival Amiruddin. Beliau orang yang mengerti nilai-nilai perjuangan, menghormati sejarah Aceh, memegang teguh kesepakatan damai, dan berkomitmen penuh menyejahterakan seluruh anak negeri tanpa membeda-bedakan siapa dan dari mana asalnya. Karena itulah kami sepakat dan bulat tekad: kami mendukung penuh beliau, bergabung bersama saudara-saudara kami dari Abdya, Pidie Jaya dan seluruh rakyat Aceh, berjalan bersama lewat Partai Solidaritas Indonesia.

Inilah sosok yang tepat untuk melanjutkan cita-cita perjuangan kita,” tegas perwakilan mereka disambut persetujuan dan tepuk tangan panjang.

Hal senada disampaikan perwakilan warga Abdya. “Kami datang jauh, menyambung hati dengan saudara dari Pidie Jaya, dan hari ini bertemu semangat sama di sini, bahkan disempurnakan dengan dukungan rekan-rekan pejuang. Satu nama: Arjuna, Kami sepakat, beliau orang yang benar, pantas dipercaya, dan kami dukung sepenuhnya. Apa yang kami yakini, ternyata juga menjadi kepercayaan seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Dari pihak Pidie Jaya juga ditegaskan hal sama: “Penyatuan kami bukan keputusan ringan, hasil musyawarah panjang. Dan hari ini makin jelas, dukungan makin lengkap, makin kuat, meluas hingga ke ibu kota dan merangkul semua elemen bangsa. Ini kekuatan rakyat, kekuatan persatuan yang tidak bisa diremehkan.”

Di tengah keramaian penuh kehangatan, T. Rival Amiruddin tampak rendah hati, tersenyum lebar, dan tidak berhenti menyapa serta bersalaman dengan setiap orang, termasuk menyampaikan penghormatan khusus kepada para mantan pejuang yang hadir. Berbusana rapi bernuansa adat, ia menyampaikan rasa haru, terima kasih mendalam, sekaligus beban tanggung jawab besar yang kini dipikulnya lebih berat dan makin berharga.

“Perasaan saya tak terlukiskan. Mulai dari Abdya, Pidie Jaya, warga Banda Aceh, hingga rekan-rekan pejuang yang telah mengorbankan waktu dan tenaga demi tanah ini — kalian semua bersatu hati menyebut satu nama, memberi kepercayaan, meletakkan harapan di pundak saya. Sebutan Arjuna adalah kehormatan sekaligus amanah terberat. Saya janji tidak akan mengecewakan, akan jaga persatuan ini sekuat tenaga, akan perjuangkan hak, kesejahteraan, dan kemajuan kita semua bersama Partai Solidaritas Indonesia, menjaga damai dan menghormati setiap langkah sejarah yang telah kita lalui bersama,” tegasnya lantang dan berwibawa.

Pimpinan wilayah Partai Solidaritas Indonesia menyambut gembira dan sangat mengapresiasi. Menurut mereka, dukungan lintas wilayah, lintas latar belakang, dan penyatuan berbagai unsur masyarakat ini adalah bukti paling nyata bahwa sosok ini memang dibutuhkan, diterima luas, dan membawa pesan persatuan yang tepat. “Inilah kekuatan sesungguhnya, ketika perbedaan bersatu untuk tujuan sama. PSI bangga menjadi wadah, berjanji tetap bersih, jujur, dan setia mengantar aspirasi rakyat sampai terwujud,” ujar perwakilan partai.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama, ucapan persaudaraan, serta rencana menyebarkan pesan persatuan ke seluruh penjuru Aceh. Berangkat meninggalkan bandara dalam iring-iringan panjang, terbawa pesan jelas: Satu nama Arjuna telah menyatukan Abdiya, Pidie Jaya, kini didukung penuh masyarakat Banda Aceh dan kalangan mantan kombatan GAM, bergerak bersama lewat Partai Solidaritas Indonesia demi kemenangan, keadilan, dan kemajuan seluruh rakyat Aceh.

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait