Kondisi ini memicu keprihatinan dari berbagai pihak. Masyarakat mengeluhkan ketidaknyamanan dan terganggunya aktivitas sehari-hari. Para pelaku UMKM menjerit karena omzet mereka menurun drastis akibat terhambatnya proses produksi dan pelayanan.
Widget Artikel Samping
“Kami sangat merasakan dampak dari mati lampu ini. Usaha kami jadi terhambat, pelanggan sepi, dan pendapatan berkurang. Pemerintah harus segera bertindak!” keluh ibu Nada seorang pemilik gerobak Just buah di Banda Aceh.
Menanggapi keluhan masyarakat, pemerhati kebijakan publik Aceh, Isa Alima, mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh untuk segera memanggil General Manager (GM) PLN dan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP). Tujuannya adalah untuk mengetahui penyebab pasti mati lampu yang berkepanjangan ini dan mencari solusi yang tepat dan efektif.
“Masyarakat butuh penjelasan yang transparan dan solusi yang konkret. Jangan biarkan warga terus menerus hidup dalam kegelapan dan UMKM semakin terpuruk. DPRK harus menunjukkan bahwa mereka adalah wakil rakyat yang siap menampung dan memperjuangkan aspirasi masyarakat,” tegas Isa Alima.
Isa Alima juga meminta Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh untuk lebih tanggap dalam mengatasi masalah ini. Pemerintah daerah harus proaktif mencari solusi jangka pendek maupun jangka panjang, seperti melakukan koordinasi intensif dengan PLN, mengoptimalkan sumber energi alternatif, dan memperbaiki infrastruktur kelistrikan yang sudah usang.
“Pemerintah harus bertindak cepat dan jangan biarkan lilin menjadi primadona di Banda Aceh. Masyarakat berhak mendapatkan pasokan listrik yang stabil dan berkualitas,” pungkas Isa Alima.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News