Bener Meriah – Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) secara resmi menaikkan status aktivitas Gunung Api Bur Ni Telong di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Peningkatan status ini ditetapkan berdasarkan Laporan Khusus PVMBG pada Selasa, 30 Desember 2025, pukul 22.45 WIB.
Kenaikan status tersebut dilakukan menyusul peningkatan signifikan aktivitas kegempaan vulkanik, yang mengindikasikan adanya pergerakan magma di dalam tubuh gunung api. Selain itu, PVMBG juga mencatat peningkatan hembusan gas vulkanik di sekitar kawah, yang berpotensi menimbulkan bahaya bagi masyarakat apabila tidak diantisipasi dengan baik.
Meski demikian, PVMBG menegaskan bahwa hingga saat ini belum terjadi erupsi Gunung Bur Ni Telong. Namun, kondisi aktivitas vulkanik yang meningkat memerlukan kewaspadaan lebih tinggi dari seluruh pihak, terutama masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar gunung api tersebut.
Rekomendasi dan Imbauan untuk Masyarakat
Seiring dengan peningkatan status menjadi Level III (Siaga), PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting yang wajib dipatuhi demi keselamatan bersama. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun dalam radius 4 kilometer dari kawah Gunung Bur Ni Telong. Area tersebut dinilai rawan terhadap potensi bahaya, seperti hembusan gas beracun, lontaran material vulkanik, maupun peningkatan aktivitas mendadak.
Selain itu, masyarakat juga diminta menghindari area fumarol dan solfatara, karena lokasi tersebut berpotensi mengeluarkan gas vulkanik berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan, bahkan membahayakan jiwa. PVMBG mengingatkan bahwa gas vulkanik kerap tidak berwarna dan sulit terdeteksi secara kasat mata.
Tetap Tenang dan Tidak Terprovokasi Isu Tidak Resmi
Pemerintah daerah melalui BPBD Kabupaten Bener Meriah mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, dan meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta untuk selalu mengikuti perkembangan informasi resmi yang disampaikan oleh PVMBG, BPBD, serta instansi berwenang lainnya.
Dalam situasi seperti ini, masyarakat juga diingatkan untuk tidak mudah percaya dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya. Penyebaran hoaks atau informasi menyesatkan justru dapat menimbulkan kepanikan yang tidak perlu dan mengganggu upaya kesiapsiagaan yang sedang dilakukan pemerintah.
Pemerintah Siaga, Pemantauan Terus Ditingkatkan
PVMBG memastikan bahwa pemantauan intensif terhadap aktivitas Gunung Bur Ni Telong terus dilakukan secara berkelanjutan, baik melalui pengamatan visual, kegempaan, maupun pemantauan gas vulkanik. Pemerintah daerah bersama unsur terkait juga telah meningkatkan kesiapsiagaan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi perubahan aktivitas gunung api ke tingkat yang lebih tinggi.
Masyarakat di sekitar Gunung Bur Ni Telong diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana dengan mematuhi seluruh rekomendasi, menjaga komunikasi dengan aparat desa dan BPBD setempat, serta menyiapkan langkah-langkah darurat apabila sewaktu-waktu diperlukan.
Dengan kewaspadaan bersama, disiplin terhadap informasi resmi, serta sinergi antara pemerintah dan masyarakat, potensi risiko akibat aktivitas Gunung Bur Ni Telong diharapkan dapat diminimalkan.(**)






