Dalam kegiatan kolaboratif yang melibatkan mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, TNI/Polri, serta masyarakat setempat ini, KaPPAh Aceh menurunkan 25 relawan, yang semuanya adalah perempuan aktif di komunitas tersebut.
Widget Artikel Samping
Ketua Umum KaPPAh Aceh, Nurlaila, yang akrab disapa Kak Ela, menyatakan bahwa partisipasi ini adalah bentuk nyata kepedulian terhadap pelestarian lingkungan. “Kami hadir sebagai bagian dari program pengabdian lembaga terhadap lingkungan hidup. Ini murni pengabdian dari ibu-ibu yang sadar pentingnya menjaga alam demi masa depan anak cucu,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Sekretaris Umum KaPPAh Aceh, Ken Endah Yustikarini, SH. Ia menekankan bahwa pohon mangrove memiliki peran vital dalam menjaga ekosistem pantai dari ancaman abrasi. “Mangrove ini benteng alami kita. Dengan menanamnya, kita menanam harapan bagi generasi mendatang,” katanya.
Kegiatan penanaman mangrove ini turut dihadiri oleh Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris; Dekan FMIPA USK, Prof. Dr. Taufik Fuadi Abidin, S.Si., M.Tech; serta Kapolsek Baitussalam, AKP Lilisma Suryani, SH.
Selain penanaman mangrove, peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional juga diisi dengan kampanye pengurangan sampah plastik dan aksi bersih pantai, menjadikan kegiatan ini momentum sinergi nyata antara pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News