Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update
Baca SelengkapnyaACEH INDEPENDENT, Tim mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala (USK) yang tergabung dalam Tim Maen-Maen, menginisiasi edukasi pengelolaan sampah berbasis media digital sekaligus aksi pembuatan pot ekobrik di MTsN 2 Aceh Besar.
Inovasi ini merupakan bagian dari karya pengabdian yang berhasil membawa tim melaju ke babak final Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2026 pada divisi Video Digital Pendidikan.
Tim yang beranggotakan Balqies Amelia Putri, Pauza Zulfi Aqila, dan Ade Rahmad Ilham ini mengombinasikan penayangan video edukasi untuk tenaga pendidik dengan pelatihan praktis pengolahan limbah plastik bersama 21 siswa perwakilan kelas.
Anggota Tim Maen-Maen USK, Balqies Amelia Putri, menyampaikan bahwa aksi nyata pemanfaatan sampah anorganik ini dirancang agar para siswa tidak sekadar menonton video, tetapi juga mengalami langsung proses daur ulang.
“Kami ingin edukasi ini berdampak jangka panjang. Para siswa yang terlibat di sini diharapkan bisa menjadi agen perubahan yang menularkan kebiasaan memilah dan mengolah sampah kepada teman-teman di kelasnya,” ujar Balqies.
Penanggung jawab kegiatan dari pihak MTsN 2 Aceh Besar, Muhammad Yasin, S.Pd., mengapresiasi terobosan media pembelajaran digital tersebut karena dinilai sangat aplikatif untuk diterapkan di lingkungan madrasah.
“Video ini sangat efektif sebagai sarana belajar dan bahan ajar pembelajaran bagi guru untuk diterapkan langsung kepada para siswa,” kata Yasin.
Dalam aksi lapangan tersebut, para siswa diajak mengumpulkan botol dan kemasan plastik bekas, membersihkannya, lalu memadatkannya ke dalam botol hingga membentuk ekobrik yang kokoh untuk dirangkai menjadi pot tanaman hias penghias madrasah.
Perwakilan guru MTsN 2 Aceh Besar, Suji Hartini, S.Pd., M.Si., menilai aksi nyata mahasiswa USK ini memberikan pengalaman belajar langsung yang mengubah cara pandang siswa terhadap sampah plastik.
“Anak-anak tidak hanya memahami bahaya limbah plastik, tetapi juga belajar mempraktikkan prinsip daur ulang menjadi barang yang bernilai guna dan mempercantik lingkungan sekolah,” tutur Suji.
Dosen Pembimbing Tim, Ns. Rosa Galica Gita Gressia, S.Kep., M.Kep., menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi pembuktian pentingnya karya digital mahasiswa yang berdampak langsung pada masyarakat. Seluruh hasil penerapan dan respons komunitas sekolah ini selanjutnya akan dipresentasikan oleh Tim Maen-Maen pada babak final LIDM 2026.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News






