Terkait Pelatih Baru Ini Tanggapan Penjaga Gawang Belgia

Terkait Pelatih Baru Ini Tanggapan Penjaga Gawang Belgia
Penjaga gawang Belgia, Thibaut Courtois.foto/ig
Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

ACEH INDEPENDENT,  BRUSSELS — Penjaga gawang Belgia, Thibaut Courtois, menyambut baik penunjukan Mark van Bommel sebagai pelatih baru tim nasional Belgia. Namun, Courtois mengatakan dirinya akan berbicara terlebih dahulu dengan Van Bommel untuk menentukan apakah ia akan melanjutkan karier internasionalnya.

Van Bommel ditunjuk sebagai pelatih Belgia hanya beberapa pekan setelah tim tersebut tersingkir di perempat final Piala Dunia 2026. Hasil tersebut secara efektif mengakhiri masa kerja Rudi Garcia, setelah pelatih asal Prancis itu dan federasi sepak bola Belgia sepakat untuk tidak memperpanjang kontraknya.

Bacaan Lainnya
Widget Artikel Samping

Van Bommel kemudian dengan cepat ditunjuk untuk menggantikan Garcia. Courtois menilai mantan pemain internasional Belanda tersebut akan mendapatkan rasa hormat dari para pemain Belgia.

“Ini sebenarnya bukan kejutan karena namanya sudah cukup lama beredar. Saya pikir dia membuktikan di Antwerp bahwa dia adalah pelatih top. Banyak pemain berbicara sangat positif tentang dirinya, jadi saya tidak sabar untuk mengenalnya lebih jauh,” kata Courtois kepada wartawan dalam sebuah acara sponsor.

“Hal yang paling penting adalah Van Bommel sendiri pernah bermain di level tertinggi dan tahu bagaimana rasanya menjalani pertandingan seperti ini. Pengalaman di level tertinggi jelas menjadi sebuah keuntungan dan secara alami membuatnya mendapatkan banyak rasa hormat dari para pemain,” tambahnya.

Namun, masa depan Courtois bersama tim nasional Belgia di bawah asuhan Van Bommel masih belum pasti.

Setelah Piala Dunia 2026, kiper Real Madrid itu mengatakan bahwa dirinya masih ingin melanjutkan karier bersama Belgia, tetapi dengan syarat diperbolehkan melewatkan rangkaian pertandingan UEFA Nations League mendatang.

“Setelah Piala Dunia, saya masih ingin terus bermain untuk tim nasional. Namun, semuanya akan bergantung pada pembicaraan yang saya lakukan dengannya,” ujar Courtois.

“Saya ingin mendapatkan waktu untuk beristirahat selama Nations League dan kami harus mencoba mencapai kesepakatan mengenai hal tersebut. Setelah itu, saya akan memutuskan apakah saya ingin terus bermain atau tidak,” lanjutnya.

Courtois juga mengungkapkan kembali kekecewaannya atas tersingkirnya Belgia dari Piala Dunia. Ia mengalami cedera dalam pertandingan perempat final melawan Spanyol di Los Angeles pada 10 Juli. Posisinya kemudian digantikan oleh Senne Lammens, yang melakukan kesalahan hingga membuat Spanyol, yang akhirnya menjadi juara, meraih kemenangan 2-1.

Courtois kemudian mengatakan bahwa dirinya sebenarnya masih mampu melanjutkan pertandingan dan kembali menegaskan pandangannya tersebut pada akhir pekan lalu.

“Saya hanya merasa tidak bisa lagi melakukan tendangan gawang. Seorang bek sebenarnya bisa mengambil alih tugas tersebut. Dalam permainan terbuka, saya masih bisa melakukan umpan-umpan pendek ke samping,” kata Courtois.

“Namun, pelatih mengatakan, ‘Kami sudah sepakat bahwa hanya pemain yang 100 persen fit yang akan bermain.’ Baiklah, tidak masalah,” sambungnya.

Courtois menegaskan bahwa tidak pernah terjadi perselisihan antara dirinya dengan Garcia, meskipun sang pelatih mendapat banyak kritik atas sejumlah keputusannya selama Piala Dunia.

“Tentu saja saya kecewa karena pertandingan itu melawan Spanyol dan kami sedang berada dalam ritme yang bagus. Namun, tim lebih penting daripada saya. Keputusan sudah dibuat dan tidak pernah ada rasa permusuhan. Saya tidak pernah ingin berbicara buruk tentang dia (Garcia),” tegas Courtois.

Ikuti acehindependent di Google News

Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.

Buka Google News

Pos terkait