Aceh Tamiang – Pemerhati lingkungan, Tgk. H. Ishak Yusuf (Ayah Ishak), menyoroti kondisi air bersih di sejumlah Hunian Sementara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang yang dinilai belum layak digunakan, mengingat banyak keluhan dari warga terkait kualitasnya.
Menurut Ayah Ishak, meskipun fasilitas air bersih telah tersedia, kualitas air di beberapa lokasi masih bermasalah, mulai dari keruh, berbau, hingga menimbulkan gatal-gatal bagi masyarakat yang menggunakannya.
Adapun lokasi-lokasi Huntara yang dilaporkan mengalami persoalan tersebut antara lain:
– Huntara Desa Bundar 1 dan 2 (di belakang DPRK): Air keruh, berbau, dan menyebabkan gatal
– Huntara Perdamaian: Air keruh, berbau, dan berkarat
– Huntara Rantau Pauh: Air keruh, berminyak, dan berbau
– Huntara Simpang 4: Air keruh, berbau, dan menyebabkan gatal
Menyikapi kondisi tersebut, Ayah Ishak berharap pemerintah dan instansi terkait segera melakukan langkah konkret dengan membangun sumur bor baru pada lokasi-lokasi yang memiliki sumber air berkualitas buruk.
“Kita berharap ada solusi yang cepat dan tepat agar masyarakat Huntara mendapatkan akses air bersih yang layak untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Ayah Ishak.
Ia menegaskan bahwa ketersediaan air bersih yang aman dan layak merupakan kebutuhan dasar yang harus menjadi perhatian serius demi menjaga kesehatan dan kenyamanan seluruh warga Huntara.






