Tiket Pesawat Mahal, Relawan Kemenkes ke Aceh Terpaksa Transit Malaysia

Widget Artikel Samping

Tujuh Muda-Mudi Pesta Miras dan Seks Diserahkan ke Kejari

Baca Selengkapnya

Jakarta – Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan kendala serius dalam pengiriman relawan kesehatan ke Aceh akibat melonjaknya harga tiket pesawat domestik. Kondisi tersebut memaksa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengambil langkah tidak biasa dengan memberangkatkan ratusan relawan melalui jalur internasional, yakni transit Malaysia, demi menekan biaya operasional.

Hal itu disampaikan Budi Gunadi Sadikin dalam rapat Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana DPR RI bersama pemerintah yang digelar secara daring pada Sabtu (10/1/2026). Ia menjelaskan, pengiriman tenaga kesehatan dilakukan secara masif dan berkesinambungan dengan sistem rotasi setiap dua minggu sekali.

Bacaan Lainnya

“Total relawan yang kami kirimkan ke wilayah terdampak mencapai sekitar 700 hingga 800 orang. Ini bukan jumlah kecil, sehingga efisiensi anggaran menjadi sangat krusial,” ujar Budi.

Menurutnya, harga tiket penerbangan domestik menuju Aceh saat ini sangat tinggi dan membebani anggaran negara. Dalam beberapa kasus, biaya tiket pesawat dari kota-kota di Indonesia bisa mencapai Rp 8 juta per orang.

“Masalah utama kita itu harga tiket. Untuk rute dalam negeri, bisa tembus Rp 8 juta. Sementara kalau lewat Malaysia, tiketnya hanya sekitar Rp 2 sampai 3 juta,” ungkap Menkes.

Karena pertimbangan tersebut, Kemenkes akhirnya memilih rute alternatif melalui Malaysia agar pengiriman relawan tetap berjalan tanpa mengorbankan efektivitas dan keberlanjutan misi kemanusiaan. Namun, kebijakan ini justru menimbulkan persepsi yang kurang tepat di tengah masyarakat.

Budi mengakui, masuknya ratusan relawan kesehatan melalui Malaysia sempat viral di media sosial dan menimbulkan anggapan seolah-olah bantuan kesehatan datang dari luar negeri.

“Relawan Kemenkes kita itu pakai seragam biru, masuk dari Malaysia, lalu beredar di Instagram. Komentarnya malah ‘Alhamdulillah relawan kesehatan Malaysia datang’. Kami jadi nggak enak juga, padahal itu tenaga kesehatan Indonesia,” tuturnya.

Situasi tersebut mendorong Menkes untuk meminta perhatian serius dari pemerintah dan DPR RI terkait kebijakan harga tiket pesawat, khususnya bagi relawan kesehatan yang menjalankan misi kemanusiaan di daerah bencana.

Ia berharap ada regulasi atau skema harga khusus yang memungkinkan relawan diberangkatkan langsung dari dalam negeri dengan biaya yang lebih masuk akal dan kompetitif dibandingkan rute internasional.

“Itu permintaan pertama kami. Mudah-mudahan bisa dibantu, mungkin lewat Pak Mendagri Pak Tito dan DPR. Kalau bisa, harga tiket jangan terpaut terlalu jauh dengan rute Malaysia. Pak Gubernur Aceh pasti merasakan, masyarakat Aceh juga tahu betul kondisi ini,” pungkas Budi.

Kondisi mahalnya tiket pesawat domestik ini dinilai tidak hanya menghambat mobilisasi relawan, tetapi juga berpotensi mengganggu respons cepat pemerintah dalam penanganan bencana di daerah-daerah terpencil dan kepulauan.(**)

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait