Prestasi tersebut diraih melalui inovasi bertajuk “SIAGA: Sistem Asuhan dan Proteksi Asap Berbasis Keluarga Melalui Zona Napas Aman dan Triase Sederhana pada Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan.” Karya ilmiah ini menawarkan pendekatan penanganan dampak kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui sistem perlindungan yang dapat diterapkan secara mandiri di tingkat keluarga.
Widget Artikel Samping
Tim Avicenna terdiri atas Saffar Husni Labib, Raghfal, dan Cut Vera Navisa, di bawah bimbingan Ns. Nurul Hadi, S.Kep., M.Kep. Gagasan tersebut berangkat dari kepedulian mahasiswa terhadap ancaman asap karhutla yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat, terutama mereka yang tinggal di wilayah rawan bencana.
Dekan FKep USK, Prof. Dr. Teuku Tahlil, S.Kp., M.S., menyampaikan apresiasi atas pencapaian Tim Avicenna yang dinilai menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan gagasan ilmiah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami sangat bangga atas pencapaian luar biasa yang diraih oleh Tim Avicenna di ajang nasional ini. Inovasi SIAGA membuktikan bahwa mahasiswa FKep USK tidak hanya memiliki pemahaman teoretis yang kuat, tetapi juga peka dan mampu menghadirkan solusi aplikatif bagi permasalahan kesehatan masyarakat. Semoga prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi dan mengharumkan nama almamater,” ujar Prof. Teuku Tahlil.
Sementara itu, dosen pembimbing Tim Avicenna, Ns. Nurul Hadi, S.Kep., M.Kep., mengungkapkan bahwa ketekunan, kerja sama, dan komitmen mahasiswa menjadi faktor penting dalam menghasilkan karya ilmiah tersebut.
Menurutnya, gagasan SIAGA dikembangkan melalui diskusi mendalam mengenai ancaman karhutla yang kerap menimbulkan dampak langsung terhadap kesehatan masyarakat di kawasan rentan. Melalui pendekatan berbasis keluarga, inovasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami langkah perlindungan diri dan penanganan awal ketika menghadapi kondisi darurat akibat paparan asap.
“Gagasan SIAGA lahir dari diskusi mendalam mengenai ancaman karhutla yang kerap berdampak langsung pada kesehatan masyarakat di kawasan rentan. Dedikasi para mahasiswa dalam menyusun konsep penanganan terstruktur berbasis keluarga ini sangat luar biasa. Saya berharap ide ini tidak berhenti sebagai karya tulis saja, tetapi dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi program nyata yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” ungkap Ns. Nurul Hadi.
Inovasi SIAGA dirancang sebagai sistem perlindungan kesehatan yang inklusif dan mudah dipahami masyarakat. Gagasan ini memiliki tiga pilar utama yang berfokus pada upaya pencegahan, pemantauan kondisi kesehatan, serta penanganan awal saat terjadi bencana karhutla.
Pilar pertama adalah Zona Napas Aman Adaptif, yaitu konsep penataan ruang aman secara mandiri di rumah untuk membantu meminimalkan paparan partikel asap berbahaya. Pendekatan ini menekankan pentingnya kesiapsiagaan keluarga dalam menciptakan lingkungan yang lebih terlindungi selama bencana berlangsung.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News