BIREUEN — Suasana hangat Idul Fitri yang seharusnya menjadi momentum mempererat silaturahmi justru diwarnai kekecewaan dari puluhan tim sukses pemenangan Bupati Bireuen, Mukhlis–Razuardi. Sekitar 40 orang yang berasal dari Kecamatan Samalanga dan Simpang Mamplam mengaku tidak dapat bertemu langsung dengan Bupati Bireuen, Mukhlis, saat berkunjung ke Pendopo Bupati pada Sabtu (28/3/2026) malam.
Kedatangan rombongan tersebut sejatinya dilandasi niat baik untuk melakukan halal bihalal dalam suasana lebaran. Mereka berharap bisa bersilaturahmi secara langsung dengan kepala daerah yang sebelumnya mereka dukung penuh dalam kontestasi politik.
Ketua Tim Pemenangan wilayah Samalanga–Simpang Mamplam, Muammar, yang akrab disapa Akhi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berupaya melakukan komunikasi sejak pagi hari. Ia menyebut telah mencoba menghubungi Bupati Mukhlis melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp, namun tidak mendapatkan respons.
“Sejak pagi kami sudah mencoba menghubungi beliau, tapi tidak ada balasan. Karena itu, kami memutuskan untuk datang langsung ke pendopo dengan harapan bisa bersilaturahmi,” ujar Akhi.
Namun harapan tersebut tidak terwujud. Setibanya di pendopo, rombongan tidak berhasil bertemu dengan Bupati Mukhlis. Mereka hanya diterima oleh anak bupati yang menyampaikan bahwa sang bupati sedang dalam kondisi kurang sehat dan tidak dapat menemui tamu.
Penjelasan tersebut ternyata belum sepenuhnya dapat diterima oleh rombongan. Sejumlah anggota tim pemenangan mengaku merasa heran dan mempertanyakan alasan tersebut. Bahkan, muncul dugaan bahwa bupati sengaja menghindari pertemuan.
“Memang disampaikan beliau sakit, tapi kami melihat ada kejanggalan. Kami menduga beliau menghindar dari kami,” kata Akhi dengan nada kecewa.
Kekecewaan serupa juga disampaikan oleh Huslaimi, yang akrab disapa Bang Lemi. Ia menegaskan bahwa kehadiran mereka murni untuk bersilaturahmi dalam momentum Idul Fitri, tanpa membawa kepentingan politik apa pun.
“Kami datang bukan untuk urusan politik atau meminta sesuatu. Ini murni silaturahmi lebaran. Selama ini kami sudah mendukung tanpa embel-embel, jadi wajar kalau kami berharap bisa bertemu,” ujarnya.
Menurut Bang Lemi, sikap yang mereka terima kali ini terasa berbeda dibandingkan dengan suasana lebaran pada tahun-tahun sebelumnya. Ia menilai, biasanya pendopo bupati terbuka bagi masyarakat dan tim pendukung yang ingin bersilaturahmi, bahkan hingga larut malam.
“Biasanya pendopo terbuka, ramai orang datang silaturahmi. Tapi kali ini berbeda, kami tidak bisa bertemu langsung. Ini yang membuat kami merasa kecewa,” tambahnya.
Peristiwa ini pun menjadi sorotan karena melibatkan tim yang sebelumnya berperan aktif dalam pemenangan pasangan Mukhlis–Razuardi. Kekecewaan yang muncul dikhawatirkan dapat memengaruhi hubungan emosional antara kepala daerah dan para pendukungnya di akar rumput.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Bupati Bireuen, Mukhlis, terkait ketidakhadirannya menemui rombongan tim pemenangan tersebut. Publik pun masih menantikan klarifikasi untuk menjawab berbagai spekulasi yang berkembang.
Momentum Idul Fitri sejatinya menjadi ruang untuk mempererat hubungan dan memperkuat komunikasi antara pemimpin dan masyarakat. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kedekatan dan keterbukaan, terutama dengan pihak-pihak yang selama ini telah memberikan dukungan.(**)






