ACEH INDEPENDENT, Universitas Syiah Kuala (USK) menghadirkan Smart First Aid Training atau SAFE-T, sebuah aplikasi pembelajaran kesehatan berbasis website yang dirancang untuk memperkuat kesiapsiagaan kegawatdaruratan di tingkat gampong. Inovasi ini diperkenalkan bagi masyarakat Gampong Blang Krueng, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, melalui program hibah Berbasis Gampong Binaan USK.
Program ini digagas oleh dosen Fakultas Keperawatan USK yang diketuai oleh Ns. Jufrizal, S.Kep., M.Kep., bersama anggota tim Ns. Dewiyuliana, S.Kep., M.Kep., Ns. Abul A’la Tarigan, S.Kep., M.Kep., Ns. Novi Afrianti, S.Kep., M.Kep., serta berkolaborasi dengan dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Jul Fajrial, S.Pd., M.Pd. Bersama Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik, mereka mendampingi warga setempat dalam memanfaatkan teknologi untuk pertolongan pertama.
Widget Artikel Samping
Ns. Jufrizal menyampaikan bahwa pengembangan SAFE-T dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak masyarakat terhadap keterampilan darurat. Berdasarkan data program, pada tahun 2025 tercatat dua kasus kematian akibat kecelakaan lalu lintas, dua kasus luka berat, dan empat kasus luka ringan di kawasan tersebut. Kondisi ini menuntut adanya sumber informasi yang praktis dan dapat diakses kapan saja.
“Pertolongan pertama merupakan tindakan awal yang sangat penting sebelum korban mendapatkan penanganan lebih lanjut dari tenaga kesehatan. Karena itu, masyarakat perlu memiliki pengetahuan mengenai apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari ketika menghadapi kondisi darurat,” ujar Jufrizal.
Sebelum peluncuran aplikasi, Tim KKN Tematik terlebih dahulu memberikan edukasi dan simulasi langsung kepada warga. Materi yang diajarkan mencakup penanganan patah tulang, luka dan perdarahan, Bantuan Hidup Dasar untuk henti napas, pingsan, mimisan, hingga penanganan tersedak.
Aplikasi SAFE-T dilengkapi dengan panduan narasi serta video edukasi agar warga dapat menggunakannya secara mandiri. Program ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari PKK, kader posyandu, kader tanggap darurat gampong, hingga perangkat gampong.
“Melalui SAFE-T, Tim KKN Tematik USK berharap teknologi dapat menjadi bagian dari upaya membangun budaya kesiapsiagaan di tingkat gampong. SAFE-T hadir dengan satu semangat: menjadikan pengetahuan pertolongan pertama lebih dekat, mudah diakses, dan dapat dimanfaatkan masyarakat kapan pun dibutuhkan,” pungkasnya.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News