Dalam forum subregional tersebut, Universitas Syiah Kuala hadir mewakili IMT-GT UNINET sebagai Permanent Secretariat. Delegasi universitas dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kemitraan, dan Bisnis, Dr. Ir. Ramzi Adriman, S.T., M.Sc., IPM., ASEAN.Eng., didampingi staf Global Engagement Office, Ria Ervilita, S.Pd., M.Sc.
Widget Artikel Samping
Rangkaian acara ini mempertemukan perwakilan pemerintah dan pemangku kepentingan dari tiga negara anggota untuk memperkuat kerja sama ekonomi, konektivitas, investasi, dan pembangunan kawasan. Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto, Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah Mohd Nasir, serta Wakil Menteri di Kantor Perdana Menteri Thailand Thanadit Raktabutr.
Hadir pula para kepala daerah seperti Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution, Ketua Menteri Perlis Malaysia Abu Bakar Hamzah, dan Gubernur Provinsi Trang Thailand Songklod Sawangwong. Forum ini juga dihadiri oleh unsur pimpinan lembaga internasional, termasuk Chairman IMT-GT Joint Business Council Sjahrian Kurnia Ramadhan Harahap, perwakilan Universiti Teknologi MARA selaku Chair of IMT-GT University Network Prof. Datin Dr. Norazida Mohamed, serta perwakilan dari Asian Development Bank, Sekretariat ASEAN, dan Centre for IMT-GT Subregional Cooperation.
Agenda utama dalam pertemuan ini meliputi 32nd IMT-GT Ministerial Meeting, 33rd Senior Officials Meeting, dan 23rd Chief Ministers and Governors Forum. Pada sesi Senior Officials Meeting dan Chief Ministers and Governors Forum, UNINET memaparkan perkembangan kinerjanya sepanjang tahun 2026.
Salah satu sorotan utama adalah pemaparan UNINET Flagship Program yang mencakup empat inisiatif strategis di tiga negara anggota, yaitu Integrated monitoring dashboard, Joint Microcredentials, 4IR Business Survey, dan Suvarnabhumi Digital Tourism. Keempat program ini menandai fase baru kerja sama IMT-GT yang tidak hanya berfokus pada konektivitas fisik, tetapi juga transformasi digital, pengembangan talenta, pemanfaatan data, dan integrasi pariwisata.
Sebagai jaringan yang menaungi 36 perguruan tinggi dari tiga negara, IMT-GT UNINET dinilai memiliki posisi strategis untuk menggerakkan riset, pendidikan, dan inovasi lintas negara.
Selain laporan program perguruan tinggi, rangkaian pertemuan tersebut juga mengevaluasi kinerja Centre for IMT-GT Subregional Cooperation dan kelompok kerja sepanjang 2026. Para delegasi turut meninjau rancangan Senior Officials Meeting Report, Joint Ministerial Statement, serta mematangkan persiapan IMT-GT Implementation Blueprint 2027-2031 sebagai panduan kerja sama subregional periode mendatang. Penguatan kemitraan dengan lembaga strategis seperti Sekretariat ASEAN dan Asian Development Bank juga menjadi fokus utama guna memperluas peluang pembangunan di kawasan.
Ramzi Adriman menyampaikan bahwa keterlibatan aktif Universitas Syiah Kuala merupakan langkah penting untuk memperluas jejaring kolaborasi global, khususnya di kawasan trilateral Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
“Sebagai salah satu perguruan tinggi yang berada di kawasan Sumatera, Universitas Syiah Kuala memiliki posisi strategis dalam mendukung pengembangan kerja sama regional di bidang pendidikan, penelitian, mobilitas mahasiswa, serta berbagai kegiatan akademik dan kemasyarakatan,” ujar Ramzi.
Melalui peran ganda sebagai Permanent Secretariat IMT-GT UNINET, universitas terus berkomitmen memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam ekosistem pembangunan dan integrasi kawasan subregional yang semakin berdaya saing.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News