Pria yang akrab disapa Dek Fadh itu menjelaskan bahwa Pemerintah Aceh meminta agar diberikan akses terhadap ruas jalan tol Seksi 1 Padang Tiji–Seulimeum. Akses ini disebut sangat krusial untuk mendukung kelancaran lalu lintas jemaah haji yang akan melakukan perjalanan dari kabupaten/kota menuju Asrama Haji melalui tol yang melintasi kawasan Sibanceh.
Widget Artikel Samping
Keberangkatan jemaah haji Embarkasi Aceh dijadwalkan berlangsung mulai 17 Mei hingga 30 Juni 2025, sementara pemulangan akan dilakukan mulai 27 Juni hingga 9 Juli 2025.
“Pemerintah Aceh menekankan pentingnya kelancaran akses tol sebagai salah satu bagian dari pelayanan terbaik kepada jemaah, yang diharapkan dapat menikmati perjalanan yang aman, nyaman, dan efisien menuju asrama haji,” kata Fadhlullah di ruang kerjanya, Jumat, 9 Mei 2025.
Sementara itu, terkait teknis pembukaan akses jalan tol akan disesuaikan secara khusus untuk kelancaran transportasi jemaah haji dengan sistem buka-tutup. Hal itu mengingat pihak pelaksana proyek jalan tol belum membuka akses untuk masyarakat umum karena masih dilakukan tahap finishing akhir.
Kepada pemerintah pusat dan pihak pengelola jalan tol, kata Wakil Gubernur, akan disampaikan informasi mengenai waktu melintasnya jemaah haji melalui tol ini secara berkala, khususnya pada H-1 dari jadwal masuk asrama.
Langkah ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam memastikan kesiapan infrastruktur dan layanan publik menjelang musim haji. Selain itu, hal ini juga menunjukkan komitmen Pemerintah Aceh dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakatnya, khususnya para calon jemaah haji.
Pemerintah berharap dukungan dari semua pihak terkait, termasuk Badan Pengatur Jalan Tol, agar proses perjalanan jemaah haji dari dan menuju asrama dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan. [*]
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News